MMCNEWS.ID | Kesabaran masyarakat Jombang nampaknya sedang diuji. Proyek perbaikan jalan nasional yang membentang dari jalan Mastrip, Gatot Subroto, hingga akses vital menuju perbatasan Mojoagung tak kunjung tuntas.
Padahal, anggaran fantastis senilai puluhan miliar rupiah dari Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) sudah dikantongi pihak pelaksana, PT Tripallindo.
Kondisi lapangan saat ini sangat memprihatinkan. Alih-alih pengaspalan total (overlay), jalanan justru hanya tambal sulam di sana-sini. Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan yang bergelombang dan tidak rata, menciptakan risiko kecelakaan yang menghantui setiap pengendara yang melintas.
Meski Wagub Jatim, Emil Dardak sempat meninjau langsung lokasi beberapa waktu lalu, nyatanya progres di lapangan tidak menunjukkan percepatan yang signifikan.
“Harusnya segera di-scrap total baru di-overlay. Tapi ini cuma di-patching (tambal sulam) sementara saja,” ungkap Dedi salah satu narasumber yang mengeluh
Dari pantauan di lapangan terlihat kesenjangan pengerjaan di beberapa titik, yaitu. Di Jalan Mastrip sudah dilakukan pengerjaan awal (scrap), kemudian Flyover Peterongan – Mojoagung nampak pengerjaan ruas kiri-kanan dinilai sangat lamban, alias belum si kerjakan, padahal jalan nasional itu merupakan jalur utama logistik dan transportasi warga.
“kondisi jalan Peterongan sampai Mojoagung kan hancur lebur itu, sangat bahaya sekali buat pengendara jalan, harusnya ditangani secepatnya. Kalau jalan lainya, jalan Mastrip itu sudah, Gatot Subroto sudah, Basuki Rahmat juga sudah, tinggal depan alun-alun itu jalannya hancur, depannya harusnya juga masuk dalam pengerjaan. Malah tidak tersentuh sama sekali. Padahal itu juga salah satu maskot Jombang”, kata Dedi
Sangat ironis melihat anggaran yang bersumber dari uang rakyat sudah cair, namun pihak PT Tripallindo seolah-olah menahan diri untuk segera melakukan aksi nyata di lapangan.
“Masyarakat Jombang maunya segera ditangani. Ini urusan keselamatan nyawa manusia di jalan raya. Jangan sampai anggaran miliaran hanya menghasilkan jalan rasa ‘gelombang laut’,” tegas warga dengan nada kecewa, Rabu (6/5/2026).
Publik kini mempertanyakan peran pengawasan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar. Bagaimana mungkin proyek dengan urgensi tinggi dan anggaran jumbo bisa berjalan merayap tanpa sanksi tegas bagi pelaksana yang lamban.
Jika PT Tripallindo tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya secara profesional dan tepat waktu, maka integritas mereka sebagai penyedia jasa patut dipertanyakan.
Warga Jombang tidak butuh janji, mereka butuh jalan yang mulus dan aman, bukan sekadar papan proyek yang hanya memajang nominal angka miliaran tanpa realisasi nyata. Warga Jombang juga tidak segan-segan segera melaporkan Ke Bupati serta Jajarannya jika perbaikan jalan ini tidak segera dikerjakan.
Reporter: Adi















