Pengurus ICMI Orda Bojonegoro 2026–2031 Resmi Dilantik, Bupati Wahono: Perkuat Sinergi Cendekiawan untuk Pembangunan Daerah Berbasis Data dan Riset

  • Bagikan

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan intelektual melalui pelantikan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Bojonegoro masa bakti 2026–2031. Pelantikan yang berlangsung di Gedung Angling Dharma Lantai 2, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jumat (17/7/2026).

Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Pitono Nugroho.
Selanjutnya, Dr. Arief Januwarso resmi dilantik sebagai Ketua ICMI Orda Bojonegoro bersama jajaran pengurus baru yang akan mengemban amanah hingga tahun 2031. Pelantikan tersebut menjadi tonggak baru bagi ICMI Bojonegoro dalam memperkuat peran cendekiawan Muslim sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

“Berbagai program telah kita disiapkan diantaranya ICMI Mengajar, Podcast sesuai devisa hingga policy brief untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Bojonegoro melalui penguatan kajian ilmiah, inovasi, pemberdayaan masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor,”

Dalam sambutannya, Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Pitono Nugroho, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menyebut amanah tersebut sebagai awal dari perjuangan intelektual yang harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian bagi masyarakat.

“Selamat kepada seluruh pengurus. Hari ini kita sedang memulai jihad intelektual bersama. Ini adalah pertanda baik, sebuah isyarat langit agar ICMI benar-benar hadir membersamai masyarakat, mengawal kebijakan, menghadirkan gerakan yang menginspirasi, dan tidak sekadar menjadi organisasi yang ada, tetapi mampu memberikan sesuatu yang nyata bagi umat dan daerah,” tegas Pitono.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus ICMI Orda Bojonegoro yang baru serta menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan roda organisasi.

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki harapan besar agar ICMI mampu menjadi mitra strategis dalam menghadirkan kebijakan publik yang berbasis data, riset, dan kajian ilmiah. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan pemikiran objektif serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan kalangan akademisi.

“Jangan ojo dumeh. Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Mari kita bersinergi, saling sinau bareng, sehingga berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah daerah memiliki landasan akademik yang kuat serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Setyo Wahono.

Dengan kepengurusan baru, ICMI Orda Bojonegoro diharapkan mampu menjadi ruang berhimpunnya para intelektual Muslim yang aktif melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan. Sinergi antara pemerintah daerah dan ICMI diyakini akan memperkuat terwujudnya Bojonegoro yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui kebijakan yang semakin berkualitas, partisipatif, dan berbasis ilmu pengetahuan. [*]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan