MMCNEWS.ID | Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di pabrik plywood raksasa, PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Diwek, akhirnya mendapat kejelasan. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang turun tangan mengklarifikasi situasi panas yang sempat meresahkan ribuan pekerja tersebut.
Meski kabar PHK sudah terdengar, Disnaker menegaskan bahwa hingga detik ini belum ada satu pun karyawan yang dirumahkan. Namun, manajemen perusahaan memang sudah menyusun jadwal efisiensi besar-besaran.
Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil komunikasi antara Disnaker dan manajemen PT SGS, berikut adalah poin-poin krusialnya.
Pengurangan tenaga kerja dijadwalkan baru akan dilakukan pada 31 Maret 2026,
Dari total 2.200 karyawan, sebanyak 237 orang masuk dalam daftar pengurangan.
Alsan utama, Perusahaan didera kerugian finansial yang sangat berat selama tiga tahun berturut-turut.
“Kondisinya cukup berat. Pada 2023 rugi Rp700 miliar, melonjak jadi Rp1,1 triliun di 2024, dan masih merugi Rp500 miliar pada 2025. Situasi geopolitik global menjadi faktor utama goyahnya stabilitas industri ini,” ungkap Aswin, Kabid Hubungan Industrial Disnaker Jombang, Rabu (11/3).















