Ribuan Warga Rebutan Gunungan Tahu Raksasa, Bupati Warsubi: UMKM Jombang Harus Naik Kelas!

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Ribuan warga Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, berdesakan memadati jalanan demi menyaksikan momen paling ditunggu tahun ini: Grebeg Tahu Jombang 2026, Jumat (4/9/2026).

Bukan sekadar tradisi berebut makanan, hajatan akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus HUT ke-62 Jam’iyah Mahabbaturrosul (JMR) ini menjelma menjadi lautan manusia yang merayakan denyut nadi ekonomi warga setempat.

Sebanyak 14 mobil pawai tampak berbaris membawa karya seni pangan yang mencengangkan. Bukan hiasan biasa, gunungan tersebut disusun megah menyerupai ikon-ikon kebanggaan Kabupaten Jombang, mulai dari Ringin Contong, Masjid Agung, hingga Pendopo Kabupaten, yang seluruhnya terbuat dari ribuan buah tahu segar.

Begitu aba-aba diperebutkan, suasana langsung bergemuruh saat warga antusias menyerbu gunungan tahu hingga ludes dalam hitungan menit.
Bupati Jombang, H. Warsubi, S.H., M.Si., yang hadir membuka langsung acara tersebut, memuji kreativitas warganya. Ia melihat tradisi ini jauh lebih dalam dari sekadar perayaan keagamaan—ini adalah panggung raksasa bagi para perajin tahu lokal untuk naik kelas.

“Di Kecamatan Jogoroto, khususnya Desa Sumbermulyo, terdapat banyak pengusaha tahu. Grebeg Tahu ini adalah langkah nyata untuk mempromosikan potensi lokal, wujud syukur kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap produk pangan kita sendiri,” ujar Bupati Warsubi di hadapan ribuan warga dan jajaran pejabat Pemkab Jombang yang turut hadir mendampingi.

Di balik kemeriahan dan aksi saling rebut gunungan tahu, terselip pesan serius dari orang nomor satu di Jombang tersebut. Ia mendorong agar geliat UMKM pangan lokal ini tidak hanya berhenti di tingkat desa, melainkan menembus pasar regional hingga nasional.

Terlebih lagi, sektor kuliner dan ekonomi kreatif terbukti mampu memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Jombang secara keseluruhan.

Kendati demikian, Bupati mengingatkan para pelaku usaha agar tidak terjebak tren instan di era digital. Promosi masif memang penting agar produk cepat viral, namun kualitas rasa dan higienitas produk tetap harus menjadi harga mati demi keberlangsungan usaha jangka panjang.

“Promosi dapat dilakukan secara lebih gencar, apalagi saat ini banyak hal cepat menjadi viral melalui media sosial. Namun tentu saja, jangan asal viral. Kualitas dan mutu produk harus selalu dijaga,” tegasnya.

Aksi Grebeg Tahu tahun ini sukses membuktikan bagaimana tradisi budaya, ekspresi religius, dan potensi ekonomi kerakyatan dapat berpadu sempurna. Dari dapur-dapur kecil perajin tahu di Sumbermulyo, semangat kebersamaan ini diharapkan terus mengalir, mengukuhkan Jombang sebagai kabupaten yang semakin maju, kreatif, dan sejahtera untuk semua.

Reporter: Adi

  • Bagikan