Dasa Cita ketujuh,
Pemerintah Provinsi NTT telah memaksimalkan serta memanfaatkan dukungan anggaran pusat untuk pembangunan berbagai infrastruktur seperti Jalan Provinsi, Pembangunan dan pengelolaan air minum dan air untuk pertanian dan peternakan. Selain itu terdapat pemasangan listrik gratis bagi wilayah yang masih kekurangan akses listrik, Program Pembangunan serta Renovasi rumah layak huni sejumlah 31 ribu unit yang dikolaborasikan dengan dana desa;
Dasa Cita ke-delapan,
Berkaitan dengan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemprov NTT menargetkan capaian hingga Rp2,8 triliun di tahun 2026. Atau dengan kata lain naik signifikan dari Rp. 1,4 triliun di tahun 2025;
Dasa Cita ke-sembilan,
Difokuskan pada reformasi birokrasi. Antara lain melalui pembukaan Meja Rakyat sebagai sarana pelayanan dan pengaduan masyarakat. Di sisi lain, percepatan digitalisasi di NTT terus dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi);
Dasa Cita ke-sepuluh,
Menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan mimpi bersama yang diusung saat Pilkada. Dalam konteks ini, salah satu isu utama yang menjadi perhatian serius Pemprov NTT adalah penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.
Sementara itu, Wakil Gubernur Johny fokus menyoalkan tunggakan pembayaran pajak kendaraan yang masih tinggi di NTT.
“Kalau semua ta’at bayar pajak, PAD kita akan sangat tinggi,” ujar Wagub Johny.















