Pertama, drama role playing anti bullying: siswa-siswa SMPN 2 Jasinga menampilkan drama yang menggambarkan berbagai bentuk bullying dan dampaknya bagi korban.
Kedua, dilanjut paparan tentang bullying dan konsekuensinya: para pemateri memberikan pemahaman yang mendalam tentang bullying, jenis-jenisnya dan konsekuensi hukum yang dapat dihadapi pelaku bullying.
“Puncak acara adalah deklarasi Anti bullying yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf SMPN 2 Jasinga,” kata dia.
Melalui deklarasi ini, lanjutnya, semua pihak berkomitmen untuk menolak segala bentuk bullying, menghindari perilaku bullying dan melapor kejadian bullying yang dilihat atau dialami.
“Kami percaya bahwa lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying sangat penting bagi tumbuh kembang siswa,” ucap wanita yang sempat meraih beasiswa ke Australia ini. (Dery)















