Bogor|MMC, Jabar – Kepala SMPN 2 Jasinga, Endang Setiyaningsih mengadakan deklarasi anti bullying untuk mengkampanyekan sekolah aman dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Selain itu, acara ini diselenggarakan oleh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).
“TPPK SMPN 2 Jasinga dibentuk untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa,” kata Endang baru-baru ini.
Menurut dia, TPPK berperan penting dalam menangani kasus bullying, memberikan konseling bagi korban bullying dan menjalankan program pencegahan bullying di sekolah.
Endang mengklaim, deklarasi ini merupakan langkah nyata SMPN 2 Jasinga dalam mewujudkan sekolah yang inklusif dan menghormati perbedaan.
Tak hanya itu, acara ini diisi oleh berbagai kegiatan edukatif.
Pertama, drama role playing anti bullying: siswa-siswa SMPN 2 Jasinga menampilkan drama yang menggambarkan berbagai bentuk bullying dan dampaknya bagi korban.
Kedua, dilanjut paparan tentang bullying dan konsekuensinya: para pemateri memberikan pemahaman yang mendalam tentang bullying, jenis-jenisnya dan konsekuensi hukum yang dapat dihadapi pelaku bullying.
“Puncak acara adalah deklarasi Anti bullying yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf SMPN 2 Jasinga,” kata dia.
Melalui deklarasi ini, lanjutnya, semua pihak berkomitmen untuk menolak segala bentuk bullying, menghindari perilaku bullying dan melapor kejadian bullying yang dilihat atau dialami.
“Kami percaya bahwa lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying sangat penting bagi tumbuh kembang siswa,” ucap wanita yang sempat meraih beasiswa ke Australia ini. (Dery)















