“Dan saya juga sudah sering menegur para agen nakal tersebut karena saat ini mereka, para agen seoalah-olah bersembunyi di balik kami (dinas sosial). Ya mungkin pemikiran agen juga, ya sudah gak apa apa. Nanti juga pasti dinas sosial yang akan disalahkan oleh para KPM” imbuh Santoso lewat Telepon seluler kepada awak media.
Namun, yang menjadi pertanyaan dan sangat Ironis sekali serta sangat disesalkan disaat masyarakat masih menghadapi persoalan dan juga pemerintah untuk menanggulangi pandemi dengan berbagai cara dengan bantuan disalurkan supaya masyarakat bisa bertahan hidup. Masih banyak oknum yang memanfaatkan kondisi seperti ini untuk kepentingan pribadi tanpa harus melihat kondisi rakyatnya
Yang lebih tragis lagi agen nakal tersebut diduga anak dari kepala desa Tluwe sendiri. Yang seharusnya menjadi contoh dan mensejahterakan warganya tapi kenyataan dilapangan malah memunculkan persoalan pada masyarakatt.
Sampai berita ini diterbitkan, Kepala desa Tluwe, belum memberikan klarifikasi terkait keterlibatan anaknya sebagai salah satu agen nakal yang memberikan bantuan BPNT berupa beras yang tidak layak konsumsi.
Perlu diketahui, pelanggaran dalam bentuk penyalah gunaan bantuan yang sangat meresahkan warga, perlu adanya ketegasan pemerintah dalam hal ini Dinsos, untuk memberikan sanksi berat bukan hanya surat peringatan maupun teguran. Ditambah lagi, pemerintah memberi bantuan bukan untuk di buat kepentingan, akan tetapi bertujuan untuk membantu dalam mensejahterakan masyarakat.
Sumber : Aym/KKR
Editor : Didik Sap















