“Saya berharap di era digitalisasi ini, mempelajari kitab klasik atau kitab kuning terus dilakukan. Dan kita patut bersyukur, bahwa pondok pesantren selalu menjaga tradisi ini dalam pembelajaran sehari-hari.” Terangnya.
Di akhir acara, Anna Mu’awanah menyaksikan dan menyimak langsung salah satu santri, peserta lomba membaca kitab Fathul Qorib.
Sumber : Pemkab
Editor : Didik Sap















