Dari Umbi Menuju Mimpi, Jombang Lahirkan Juara Kreasi Polo Pendem dan Energi Persatuan 1.115 Penari di Hari Jadi Ke-115

  • Bagikan

MMCNEWS.ID | Semangat kreativitas, gotong royong, dan kebanggaan akan potensi daerah memuncak di Alun-Alun Jombang.

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-115, Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ) yang terdiri dari perkumpulan Lintas Etnis, Lintas Agama, dan Lintas Budaya, sukses menggelar dua acara monumental.

Lomba Kreasi Jajanan Polo Pendem dan Flash Mob Gedruk Jombangan.

​Pagi itu, Alun-alun Jombang bertransformasi menjadi panggung megah pelestarian seni budaya sekaligus ajang unjuk gigi kuliner berbahan dasar umbi-umbian khas daerah.

Acara ini tak hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah deklarasi optimisme terhadap kekayaan pangan lokal Jombang.

​Polo Pendem, menyulap umbi menjadi sajian modern

​Lomba Kreasi Jajanan Polo Pendem diikuti oleh 42 peserta luar biasa kreatif, terdiri dari 21 perwakilan kecamatan dan 21 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jombang.

Mereka berkompetisi “menyulap” bahan pangan tradisional seperti talas, bote, singkong, ubi jalar, dan ganyong—yang secara kolektif dikenal sebagai “polo pendem”—menjadi sajian modern dan lezat.

​Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Yuliati Nugrahani Warsubi, hadir langsung dan berkeliling mengunjungi setiap stan kreasi.

Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, menyatakan kekagumannya terhadap daya cipta para peserta.

​“Hari ini kita saksikan bersama betapa luar biasanya produk dari bahan baku umbi-umbian seperti talas, bote, singkong, ubi jalar, dan ganyong, yang kita menyebutnya dengan polo pendem,” tutur Bupati.

Warsubi menegaskan bahwa momentum ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengolah produk unggulan Jombang kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda.

​Bupati Warsubi bahkan mencontohkan kesuksesan produk lokal seperti pia jombangan dan kue chiffon, yang membuktikan bahwa polo pendem adalah komoditas bernilai tinggi.

“Semua produk dari polo pendem yang ditampilkan di sini nikmat sekali! Apalagi jika dinikmati sambil menyeruput kopi excelsa Wonosalam yang khas.

Semua produk ini adalah kebanggaan dan potensi asli Jombang,” lanjutnya penuh bangga.

​Senada dengan Bupati, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi mengajak masyarakat untuk terus mencintai dan mengembangkan kuliner tradisional.

Menurutnya, langkah ini adalah kunci untuk menjaga kekayaan budaya sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. “Jombang siap menjadikan polo pendem sebagai ikon kuliner nasional,” tegas Ketua Tim Penggerak PKK tersebut.

​Lomba ini melahirkan kreasi terbaik, dengan Pandan Casava Roll dari Kecamatan Ngusikan berhasil meraih Juara I, diikuti oleh Kauje Brule dari Tanecang Kauje sebagai Juara II, dan Pastel Tutupsingkong dari APKM sebagai Juara III.

​Energi Persatuan 1.115 Penari dalam Gedruk Jombangan
​Di sisi lain Alun-alun, suasana memuncak dengan pementasan Flash Mob Gedruk Jombangan.

Acara ini melibatkan energi persatuan dari 1.115 penari yang merupakan kolaborasi dari berbagai sekolah—mulai dari tingkat SMP hingga SMA/SMK—serta organisasi seperti Persit Kartika Candra Kirana, Bhayangkari, TP PKK, hingga Paguyuban Nusa Tenggara.

​Ribuan penari ini menarikan koreografi masal yang menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong, nilai luhur yang selalu ditekankan oleh Bupati Warsubi sebagai kunci kemajuan Jombang.

Pementasan ini didukung oleh Penata Gending Budi Subandrio, Penata Tari Inni Amami dari Sanggar Tari Cindelaras, dan Pengerawit/Piogo Campursari Mega Buana dari Desa Japanan Kecamatan Gudo.

​Perayaan Hari Jadi Ke-115 Jombang ini telah membuktikan bahwa potensi daerah, dari kekayaan umbi-umbian hingga seni tari tradisional, mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Dari umbi-umbian yang terpendam di tanah, Jombang kini memanen mimpi untuk menjadikan potensi lokal sebagai ikon kuliner dan budaya nasional.

Reporter: Adi

  • Bagikan