Pandeglang, Banten | MMC – Diduga rangkap jabatan dalam pengelolaan program bantuan pemerintah menjadi sorotan Publik.Yakni Ketua Kelompok Tani (Poktan) Harapan,berlokasi di Desa Curuglanglang Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten.Ketua kelompok tani Harapan tersebut,diduga kuat merangkap jabatan sebagai Ketua UPKK.17/07/26.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sosok yang memegang ganda jabatan tersebut.Suhari selaku ketua kelompok tani Harapan sekaligus Ketua UPKK,posisi penting lainnya di dalam struktur UPKK,juga dikuasai oleh lingkaran terdekat.Saepuri, yang diketahui menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Siap Maju Dua turut menduduki posisi sebagai Bendahara UPKK.Sementara posisi Sekretaris UPKK diisi oleh istri dari Saepuri sendiri.
Demi mendapatkan keberimbangan berita awak media mencoba mendatangi kediaman Suhari di Desa Curuglanglang pada pukul 10:30 WIB. Namun, yang bersangkutan tidak berada di rumah. Upaya konfirmasi kedua,kembali dilakukan pada pukul 12:55 WIB, tetapi hasilnya sama tidak ada di tempat kediamannya.
Tak hanya di situ,awak media terus mencoba menjalin komunikasi dengan Suhari yang menjabat ketua kelompok tani tersebut.Akhirnya, pada pukul 19:45 WIB, Suhari berhasil dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Saat dikonfirmasi,Suhari secara terbuka mengakui bahwa dirinya memang memegang dua jabatan sekaligus,yakni sebagai Ketua Kelompok Tani Harapan dan Ketua UPKK.
“Iya,di UPKK saya sekaligus ketuanya. Kalau untuk posisi Bendahara Pak Saepuri, dan Sekretarisnya itu istri dari Pak Saepuri,yang mendapatkan Program ini (kelompok tani siap maju dua)ketuanya pak saepuri .Kalaw saya selaku ketua Kelompok tani Harapan sekaligus Ketua UPKK.”Ujar Suhari saat memberikan keterangan via telepon.
Kondisi ini memicu pertanyaan dari berbagai pihak terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program.Dugaan rangkap jabatan Ketua kelompok tani sekaligus ketua UPKK selain itu melibatkan hubungan keluarga dalam satu kepengurusan UPKK dikhawatirkan dapat memicu lemahnya pengawasan internal serta potensi penyalahgunaan wewenang atau anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan pihak Dinas Pertanian maupun pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai dugaan rangkap jabatan dalam struktur kepengurusan UPKK yang di isi oleh ketua kelompok tani dan keluarganya tersebut.
Juhadi Geembhol














