Warga Sumurlaban Keluhkan Tingginya Harga LPG 3 Kg, Pemilik Pangkalan Buka Suara Terkait Kendala Harga

  • Bagikan

Pandeglang-Banten | Mmc News -Warga Desa Sumurlaban Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Banten,mengeluhkan melonjaknya harga Gas LPG 3 kilogram bersubsidi di tingkat eceran.Berdasarkan informasi yang dihimpun,harga gas 3kg yang biasa disebut sibuah melon di wilayah tersebut kini dengan harga 25ribu hingga 27ribu per tabung.27/06/26.

Seorang warga Desa Sumurlaban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan harga yang dinilai tinggi 25ribu sampi 27ribu pertabung.Ia berharap ada perhatian dari pihak terkait agar harga eceran bisa kembali stabil sesuai ketentuan.

“Harga pertabung 25ribu pak ada juga yang 27ribu.Tergantung dari warung-warungnya,tidak tau harga dari pangkalannya berapa,dibilang mahal ya mahal lah pak,harus gimana lagi saya hanya warga biasa.

Inisial (K.H)pemilik pangkalan LPG 3 kg di Desa Sumurlaban di bawah naungan PT Fajar Sidiq Nurhidayah.Ia menjelaskan kepada awak media ditempat kediamannya.Bahwa pangkalan miliknya baru berjalan sekitar satu tahun lebih.Terkait harga jual dari pangkalan yang berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000,ia menyebut hal itu dipicu oleh biaya operasional pengambilan mandiri.

“Kami menjual dengan harga 20 sampai 22 ribu rupiah,tergantung sistem pengambilan tabungnya,Pak.Karena ada biaya untuk bensin dan upah untuk yang mengampas.Sudah lumayan lama tidak ada pengiriman langsung dari agen ke tempat kami,jadi sistemnya kami yang menjemput bola dan bertemu di Ciodeng,” ujar (K.H)kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa kuota pangkalan miliknya berkisar 1.000 tabung perbulan.Terkait rincian Harga Eceran Tertinggi (HET) yang resmi,inisial (K.H) mengaku tidak mengetahui secara pasti karena operasional harian dikelola oleh suaminya.

“Kalau ngambil dari Pandeglang biayanya bisa 21 ribu lebih, dan kalau dari Ciodeng harganya 20 ribu hingga 21ribu tergantung banyak dan tidaknya pengambilan tabung tersebut,” imbuhnya.

Guna mendapatkan informasi lebih lanjut,awak media mencoba menghubungi (J.I,)suami pemilik pangkalan sekaligus pengelola melalui sambungan telepon WhatsApp.(J.I) menegaskan bahwa pada prinsipnya harga pangkalan tetap mengikuti aturan yang berlaku, namun pembengkakan harga terjadi di rantai distribusi bawah.

“Untuk terkait harga eceran di pangkalan tetap Rp16.500, Pak.Adapun penjualan dengan harga Rp20.000 sampai Rp21.000 itu terjadi karena adanya biaya tambahan untuk ongkos pengambilan sendiri dan proses pengampasan ke warung-warung yang ada di Desa Sumurlaban,” jelas (J.I)

Ketika ditanya mengenai sudah berapa lama pihak agen atau distributor tidak mengirimkan pasokan langsung ke lokasi pangkalannya, (J.I)mengaku tidak mengingatnya secara detail.

“Kalaw sudah berapa lama tidak dikirim secara langsung ke tempat saya,saya kurang begitu memperhatikan,”Tutupnya(J.i)melalui telpon Whatsap.

Hingga liris ini diterbitkan,Salahsatu kontrol sosial berharap pihak agen pengirim maupun pihak terkait dapat mengevaluasi sistem distribusi ke Desa Sumurlaban agar pangkalan tidak perlu mengeluarkan biaya angkut mandiri yang dibebankan kepada konsumen (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan