Pandeglang – Banten | MMC – Sejumlah petani diDesa Keramatmanik Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Banten,mengalami gagal panen yang diduga kuat terjadi setelah para petani menggunakan obat tidak bermerek yang dibeli dengan harga Rp150.000 perliter.06/07/26
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan,salah satu warga yang minta namanya dirahasiakan mengatakan.”Yang mengalami gagal panen yang pada awalnya membeli obat tersebut buat bagian buah biar hasilnya bagus dan menghasilkan,harganya 150ribu perliter kemasan botol Aqua.Penggunaan obat tersebut justru membuat kondisi tanaman padi memburuk hingga berujung pada kerusakan total sebelum masa panen tiba.”Ungkapnya salah satu warga
Guna mendapatkan keberimbangan berita,awak media mendatangi kediaman salah satu pengusaha padi sosok yang diduga menjadi penjual obat pertanian tersebut.Saat ditemui di rumahnya,inisial (A.D)memberikan keterangan asal-usul cairan yang ia jual kepada para petani.Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai keaslian merek maupun kandungan kimia di dalam obat itu lantaran tidak memiliki label resmi alias tanpa merek.Obat tersebut dikemas secara eceran menggunakan botol bekas Aqua
“Saya mendapatkan obat padi itu dari rekan saya yang bekerja di Jakarta.Masalah mereknya apa saya tidak mengetahui,saya jual ke petani dengan harga 150ribu perliter kemasan menggunakan botol Aqua” ujar (A.D)saat dikonfirmasi oleh awak media.
Inisial (A.D)menambahkan bahwa ini bukan pertama kali dirinya menjual obat pertanian tersebut kepada warga sekitar, dan biasanya tidak pernah ada masalah.
“Ini bukan karena obatnya, tapi karena pada awalnya hamanya sudah terlalu banyak. Akhirnya, pemakaian obatnya terlalu banyak dosis (overdosis) sampai mengalami gagal panen.Biasanya juga tidak seperti ini,inimah lagi musibah saja pak.”Ungkap (A.D)saat dikonfirmasi.
“Bahkan bukan hanya mereka saja pak termasuk saya juga yang menjual sekitar dua heaktar gagal panen.Kalaw contoh kemasan obatnya sudah saya Hilangkan pak,”Tambahnya A.D
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari rekan penjual obat pertanian tak bermerek,guna menelusuri lebih lanjut dugaan peredaran obat padi misterius tersebut.Inisial A.D diduga enggan memberitahukan siapa yang ia sebut rekan bekerja di Jakarta.
Hal ini menjadi peringatan keras bagi para petani agar lebih berhati-hati dalam membeli obat-obatan pertanian. Penggunaan obat tanpa dosis yang jelas, tidak berizin,atau diduga palsu tidak hanya merugikan secara materi akibat gagal panen, tetapi juga berpotensi kehawatiran merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang.(Juhadi Geembholl).















