Disebut Ada Proyek Siluman Di desanya, PJ Kades Bangsah Berikan Senyum Mesra

  • Bagikan

Ket Foto; lokasi proyek telford desa Bangsah titik nol dan hampir 100 persen

Sampang || MMCMadura, Lutfiati Penjabat (PJ) Kepala Desa (Kades) Bangsah kecamatan Sreseh Kabupaten sampang menyambut dengan senyuman mesra terhadap sebuah pemberitaan di desanya yang menyebut adanya proyek siluman Di Desanya.

Lutfiati PJ yang terbilang muda itu mengucapkan terimakasih kepada teman-teman media yang sudah turut serta mengawal jalannya pembangunan didesanya, sebagai kontrol dirinya selaku penyelenggara kebijakan agar tidak terjadi penyalah gunaan kewenangan hingga tindakan korupsi.

“Apapun itu, saya selaku PJ Kepala Desa Bangsah mengapresiasi kepada teman-teman media yang sudah turut perduli mengawal, mengingatkan kami untuk lebih baik lagi dalam penyelenggaraan kebijakan pemerintah.” ucapnya pada media ini saat diwawancara pada Selasa (29/07/25) petang.

Selain itu pihaknya mengingatkan agar media juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat luas serta konfirmasi sebelum menaikkan berita sehingga berimbang dan tidak menimbulkan narasi narasi jelek yang pada kenyataannya tidak benar.

” Saya hanya mengingatkan agar konfirmasi kepada pemerintah dulu, kami siap memberikan informasi yang sebenar benarnya agar tidak menimbulkan informasi yang tidak benar.” Kata lutfiati terlihat santai.

Lebih jauh lutfiati menjelaskan, proyek berupa jalan telford yang diberitakan tidak ada semen, kocar kacir cepat ambruk dan anggaranya dibilang tidak jelas, hal itu sangat disayangkan. Menurut dia pekerjaannya semuanya sudah sesua Rencana anggaran biaya dan ada penanggung jawabnya.

” Aneh la mas kalau bangun tidak pakai semen mana bisa bangun tidak pakai semen. Semua proyek di desa pasti diawasi oleh inspektorat dan DMPD. Semua itu kan ada TPK nya, Kalau tidak sesuai pasti di auditkan.” Jelasnya.

Sementara itu terkait papan informasi semuanya terpasang semenjak pengerjaan dari awal sampai selesai, semuanya didokumentasikan oleh perangkat desa dan pekerja yang bertugas.

” Dari nol sampai selesai papan informasi ada pak. Cuman kemungkinan diamankan oleh salah satu pekerja karena dikhawatirkan ada yang ngambil. Karena terkadang papan informasi itu diambil kayunya oleh warga dibuat kandang ayam.” Ungkap lutfiati.

Diakhir wawancara perempuan berkerudung itu meminta agar seluruh lapisan masyarakat untuk ikut andil mengawal serta memberikan masukan untuk memajukan desa yang ia cintai.

” Saya ajak seluruh warga desa bengsah agar ikut andil membangun dan memberikan masukan serta kritikan yang membangun. Saya tidak menutup diri selagi itu masukan yang positif.” Pungkasnya mengakhiri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan