Bojonegoro – Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili Dirjen Kementerian Kesehatan dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia melakukan kunjungan ke Kabupaten Bojonegoro untuk meresmikan Katarak Center dan melakukan audensi pengembangan Rumah Sakit Umum Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur. Selasa (05/08/2025).
Turut hadir di acara tersebut, Kapolres, Dandim, Pengadilan Agama, Ketua DPRD, Ketua Komisi C Bojonegoro serta para OPD dan Kepala Rumah Sakit di Bojonegoro.
Dalam acara tersebut, dr. Ninik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, memaparkan capaian dan rencana pembangunan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro. “Kami telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) sejak 2020 dengan kepesertaan 98,63% atau 1.347.578 jiwa,” ujarnya.
dr. Ninik juga menjelaskan bahwa Kabupaten Bojonegoro telah memiliki 11 rumah sakit, 35 Puskesmas, dan 589 fasilitas kesehatan lainnya. “Kami juga telah membangun aplikasi Wasita untuk mempermudah pendaftaran antrian di RSUD,” katanya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Bojonegoro juga telah melakukan inovasi dalam pelayanan kesehatan, seperti aplikasi Satelit untuk integrasi telemarketing Puskesmas dan integrasi PSC 119 dengan Damkar dan BPD. “Kami juga telah menerapkan sistem informasi kesehatan darurat terpadu untuk meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan medis,” jelas dr. Ninik.
Selain itu dr Ninik dihadapan Menko PMK dan Dirjen serta para undangan memaparkan beberapa program kesehatan yang telah dilakukan, seperti program pemberian makan bergizi gratis untuk menekan angka stunting, program Quick Queen untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC, dan program cek kesehatan gratis untuk seluruh penduduk Kabupaten Bojonegoro.
Ia mengungkapkan, berencana untuk melakukan transformasi rumah sakit dari kelas B menjadi kelas A. “Kami berharap dengan transformasi ini, kami dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkas dr. Ninik.















