MMCNEWS.ID | Jeritan sunyi dari balik dinding rapuh PAUD Kartika Kencana, Desa Kedungombo, Kecamatan Ploso, akhirnya pecah hingga ke kursi legislatif. Kondisi gedung yang tak lagi layak huni dan mengancam keselamatan siswa ini memicu reaksi keras dari Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Jombang, M. Syarif Hidayatulloh.
Pria yang akrab disapa Gus Sentot ini mengecam pembiaran terhadap fasilitas pendidikan anak usia dini yang dinilainya sudah masuk dalam zona merah keamanan.
Dalam pernyataan tegasnya pada Selasa (27/1/2026), Gus Sentot menyoroti betapa berisikonya proses belajar mengajar di gedung yang tampak “reyot” tersebut. Baginya, kenyamanan adalah bonus, namun keamanan adalah harga mati.
“Bangunan seperti itu sangat rawan. Bukan hanya soal kenyamanan belajar, tapi ini menyangkut nyawa anak-anak kita. Kalau sampai ambruk atau terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa yang mau bertanggung jawab?” tegas Gus Sentot dengan nada tinggi.
Ia menambahkan bahwa membiarkan anak-anak belajar di lingkungan yang kotor dan gedung yang rapuh adalah bentuk pengabaian terhadap hak dasar warga negara.
Sentilan untuk Dinas Pendidikan, “Jangan Jadikan Anggaran Alasan” Kondisi di lapangan menunjukkan ketimpangan yang menyesakkan dada. Dengan jumlah 31 murid yang terpaksa belajar di dua lokasi berbeda karena keterbatasan ruang, PAUD Kartika Kencana menjadi potret buram pendidikan di pelosok Jombang.
Kepala Desa Kedungombo, Lasiman, sebelumnya mengaku angkat tangan karena keterbatasan Dana Desa. Menanggapi hal itu, Gus Sentot mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang untuk tidak sekadar duduk di belakang meja.
Audit Segera: Mendesak peninjauan langsung ke lokasi untuk menilai kelayakan struktur bangunan. Intervensi Kabupaten: Meminta Pemkab hadir saat anggaran desa menemui jalan buntu.
Menolak alasan klasik “keterbatasan anggaran” untuk sektor pendidikan usia dini.
“Desa sudah jujur soal keterbatasan mereka. Di sinilah peran kabupaten harus nyata. Jangan sampai pendidikan anak usia dini selalu jadi korban yang dipinggirkan,” tambahnya.
Menanti Bukti, Bukan Sekadar Janji, Hingga saat ini, pihak sekolah melalui Kepala PAUD, Ari Susanti, mengaku masih menunggu langkah konkret pemerintah. Meski bantuan alat permainan edukatif sempat turun, namun urusan “atap dan dinding” yang hampir roboh belum tersentuh solusi.
Pengamat pendidikan setempat menilai fenomena ini adalah “alarm keras” bagi Pemerintah Kabupaten Jombang. Jika PAUD yang berada di Desa Kedungombo, Kecamatan Ploso, dibiarkan, dikhawatirkan hal ini akan menjadi preseden buruk bagi puluhan PAUD lainnya di wilayah terpencil.
Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Jombang. Apakah mereka akan bergerak cepat merenovasi gedung sebelum musibah terjadi, ataukah suara lantang dari DPRD ini hanya akan menguap menjadi wacana belaka?
Di balik dinding-dinding rapuh itu, ada harapan dari 31 pasang mata bocah yang bermimpi bisa belajar tanpa rasa takut tertimpa atap sekolah mereka sendiri.
Reporter: Adi















