CILEUNGSI, MMCNews.id, – Temu karya Karang Taruna (Katar) se-Kecamatan Cileungsi yang digelar pada 15 November 2025 lalu, berujung ricuh dan menjadi sorotan tajam. Dugaan ketidaknetralan Camat Cileungsi, Adi Hendryana, menjadi pemicu utama perpecahan di kalangan pengurus Katar desa.

Sebanyak 7 pengurus Katar desa menyatakan sikap menolak hasil temu karya tersebut. Mereka menilai, proses pemilihan ketua Katar kecamatan cacat hukum akibat intervensi yang dilakukan oleh Camat Cileungsi.
“Kami sangat kecewa dengan sikap Camat yang tidak netral. Seharusnya beliau menjadi penengah, bukan malah memihak salah satu calon,” ujar M. Namin, Ketua Katar Desa Cileungsi, dengan nada geram.
Menurut Namin, pada saat terjadi kebuntuan suara, Camat Cileungsi memberikan hak suara delegasinya kepada stafnya, yang kemudian memilih Dimas sebagai ketua. “Seharusnya Camat abstain agar tidak ada kesan keberpihakan. Ini jelas mencederai demokrasi di kalangan Katar,” tegasnya.
Anehnya, ketika awak media mencoba meminta klarifikasi, Camat Adi Hendryana memilih bungkam. Sikap diamnya ini justru menimbulkan spekulasi liar di masyarakat. Ada apa sebenarnya dengan Camat Cileungsi? Mengapa ia terkesan melindungi diri dari sorotan publik?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Cileungsi. Masyarakat pun menuntut adanya investigasi mendalam terkait dugaan ketidaknetralan Camat Adi Hendryana. Kasus ini menjadi preseden buruk bagi demokrasi di tingkat kecamatan dan menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas pejabat publik di Kabupaten Bogor.















