NGANJUK — Jalan penghubung antara Desa Jintel dan Desa Kedung Padang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, kembali amblas pada Minggu pagi (26/10/2025). Kerusakan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam.
Amblasnya jalan mencapai kedalaman sekitar 40 sentimeter. Meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua, warga mengaku khawatir untuk melintas menggunakan mobil karena kondisi jalan yang rawan longsor.
Menurut keterangan Santo, warga setempat, jalan mulai ambles sejak pagi hari.
“Amblas sejak Minggu pagi, masih bisa dilewati sepeda motor, tapi mobil tidak berani lewat,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Sebelumnya, ruas jalan ini juga sempat amblas sekitar lima bulan lalu dan mengalami kerusakan yang cukup parah hingga warga terpaksa membuat jalan darurat. Pemerintah desa bersama masyarakat kemudian melakukan perbaikan sementara dengan pemasangan bronjong di tebing bawah sungai. Namun, tingginya intensitas hujan serta meluapnya aliran sungai pada Sabtu malam diduga menjadi penyebab terjadinya kerusakan kembali.
Warga berharap agar pemerintah segera melakukan penanganan permanen sebelum kerusakan semakin meluas dan akses utama antar desa benar-benar terputus.

Menanggapi laporan warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk langsung menurunkan alat berat ke lokasi pada Minggu malam untuk melakukan penanganan darurat.















