Jombang Berpesta! Kirab 17 Gunungan Apem Raksasa Tandai Datangnya Ramadhan 1447 H di Kota Santri

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Jantung Kota Jombang berdenyut lebih kencang. Aroma khas kue apem menyeruak di antara ribuan warga yang memadati Alun-Alun, Kamis (12/2/2026).

Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, warga tengah berpesta dalam Grebeg Apem 2026, sebuah tradisi Megengan kolosal untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kemeriahan pecah saat kirab gunungan apem diberangkatkan dari Kantor Pemkab Jombang. Tak main-main, ada 17 gunungan apem raksasa yang diarak menyusuri jalanan protokol Jombang. Angka 17 ini bukan kebetulan, ia adalah pengingat bagi setiap Muslim akan jumlah rakaat salat wajib dalam sehari.

Di atas kendaraan hias yang penuh warna, tertata rapi 15.750 buah apem. Bagi warga Jombang, apem bukan sekadar penganan, melainkan simbol permohonan maaf (berasal dari kata Afuwwun dalam bahasa Arab).

Bupati Jombang, H. Warsubi, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, memberikan pesan menyentuh di tengah keriuhan warga. Menanggapi potensi perbedaan awal puasa, Abah Warsubi meminta warga tetap tenang.

“Jangan sampai perbedaan dalam menentukan awal puasa jadi penyebab perpecahan. Sebaliknya, jadikan Ramadhan bulan penuh rahmat. Kita kedepankan toleransi dan ukhuwah,” tegas Bupati Warsubi.

Ada yang berbeda pada gelaran tahun ini. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, Bupati Warsubi juga meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Kesucian hati di bulan suci harus sejalan dengan kebersihan lingkungan.

Komitmen ini dibuktikan langsung setelah acara. Ketua TP PKK Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi, memimpin aksi “Sampah Sayang”. Beliau turun langsung bersama para siswa untuk memastikan Alun-Alun kembali kinclong tak bersisa sampah setelah ribuan orang bubar.

Puncak acara terjadi saat doa bersama usai. Begitu aba-aba dimulai, warga langsung menyerbu gunungan apem dalam tradisi Purakan. Meski saling berebut, suasana tetap cair dan penuh tawa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang, Drs. Bambang Sriyadi, M.Si, menjelaskan bahwa acara ini sengaja digelar seminggu lebih awal. “Kami ingin melibatkan 4.000 siswa dari 23 lembaga sekolah sebelum mereka libur awal puasa. Ini cara kita mewariskan tradisi ke generasi muda,” ungkapnya.

Total apem Jombang 2026, sebanyak 15.750 buah. Jumlah Gunungan, 17 unit (Simbol 17 Rakaat). Peserta Kirab, 4.000 siswa dari 23 sekolah. Yang diarak melalui Rute, Pemkab Jombang – KH. Wahid Hasyim – Alun-Alun Jombang.

Melalui Grebeg Apem, Jombang kembali membuktikan diri sebagai Kota Santri yang tak hanya taat tradisi, tapi juga cinta damai dan peduli bumi. Selamat datang Ramadhan 1447 H!

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan