Sinergi Membangun Desa, Pokphand Persembahkan Gapura Megah untuk Desa Cangkringrandu

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Dusun Mbabatan, Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak kini tampil lebih ikonik dengan hadirnya dua gapura baru yang berdiri megah. Kepala Desa Cangkringrandu, Wisnu Widodo mengungkapkan bahwa pembangunan gapura ini didanai melalui skema Pendapatan Asli Desa (PAD) yang bersumber dari kerja sama dengan pihak ketiga, yakni pabrik Pokphand.

Pembangunan ini menjadi bukti nyata bagaimana dana kontribusi perusahaan dapat dikelola secara transparan dan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat luas.

Lebih lanjut Wisnu Widodo menjelaskan, bahwa anggaran pembangunan gapura ini bersumber dari dana kontribusi tahunan PT Pokphand sebesar Rp40 juta. Menariknya, jumlah ini mengalami kenaikan setelah sebelumnya berada di angka Rp35 juta.

“Dulu awalnya Rp35 juta, kemudian dalam tiga tahun terakhir ini naik menjadi Rp40 juta per tahun. Dana ini sudah dipatok dan pengerjaannya dilakukan secara bertahap,” ujar Wisnu Widodo Kepada wartawan, Kamis(16/4/2026) siang.

Tak hanya soal fisik bangunan, proyek ini juga mengedepankan pemberdayaan warga sekitar. Meski melibatkan tenaga ahli dari luar, mayoritas pekerja lapangan diambil langsung dari warga asli Cangkringrandu.

Pengerjaan yang telah dimulai sejak awal April ini ditargetkan akan selesai pada akhir bulan ini. Wisnu berharap kehadiran gapura ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol kebanggaan bagi warga Mbabatan dan Cangkringrandu.

“Harapannya, gapura ini bisa bermanfaat sebagai identitas dusun yang jelas. Jadi, ketika orang masuk ke wilayah Mbabatan Cangkring, ada penanda yang kokoh dan indah,” tambahnya.

Dana tersebut bersifat fleksibel, di mana pemerintah desa memiliki kewenangan penuh untuk mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan prioritas warga. Setelah sukses merealisasikan dua gapura, pihak desa telah membidik target pembangunan selanjutnya.

Tidak berhenti pada pembangunan gapura, pemerintah desa sudah menyusun rencana strategis untuk tahun depan. Dana kontribusi yang akan diterima rencananya akan dialokasikan untuk rehabilitasi kantor desa.

“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi warga, tahun depan kami butuh untuk rehab kantor desa,” tambahnya.

Selain urusan pembangunan, pihak desa juga memastikan bahwa hubungan dengan PT Pokphand berjalan harmonis, termasuk dalam pengelolaan dampak pada lingkungan. Terkait isu limbah (seperti telur yang tidak terpakai), pihak desa menjamin bahwa semuanya dikelola dengan aman dan tidak mengganggu kenyamanan warga.

Transparansi ini sengaja dikedepankan agar masyarakat memahami asal-usul dana pembangunan. Dengan pengerjaan yang dilakukan secara swadaya oleh warga sendiri, proyek ini tidak hanya menghasilkan fisik bangunan yang berkualitas, tetapi juga mempererat rasa gotong royong dan kemandirian desa.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan