Kabar Gembira! Petani Jombang Tak Lagi Was-was, Harga Gabah Dipatok Rp6.500 Tanpa Potongan

  • Bagikan

MMCNEWS.ID | Angin segar berembus bagi para petani di “Kota Santri”. Di tengah bayang-bayang anjloknya harga saat panen raya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang membawa kabar pasti, Harga Gabah Kering Panen (GKP) kini resmi dipatok di angka Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini disosialisasikan langsung dalam agenda Kebijakan Perberasan Tahun 2026 di Gedung PKK Jombang, Selasa (5/5/2026), sebagai langkah nyata mengawal kesejahteraan petani lokal.

Bupati Jombang, Warsubi, memaparkan pencapaian luar biasa sektor pertanian Jombang. Berdasarkan data BPS 2025, Jombang sukses mencatatkan produksi beras sebesar 257.942 ton. Angka ini jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang “hanya” 149.237 ton.

“Jombang mengalami surplus beras lebih dari 108 ribu ton. Namun, produksi yang melimpah ini harus kita kawal agar harga di tingkat petani tidak jatuh saat panen raya tiba,” tegas Warsubi.

Tahun 2026 menjadi titik balik perlindungan petani melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026. Ada dua poin krusial yang menjadi “senjata” petani tahun ini.

Harga Pembelian Pemerintah dipatok minimal Rp6.500/kg. Ini adalah jawaban atas keluhan klasik petani. Gabah akan dibeli tanpa potongan kualitas (rafaksi), sehingga petani menerima pembayaran penuh sesuai timbangan.

“Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah. Bulog sudah kami instruksikan untuk siap menyerap hasil panen dengan harga yang layak tersebut,” tambah Warsubi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Jombang, Bambang Sriyadi, menekankan bahwa fokus pemerintah kini mencakup tiga pilar utama.

Ketersediaan pangan yang stabil, distribusi yang lancar, Pemanfaatan pangan yang optimal bagi ekonomi warga.

Di sisi lain, Bulog Kancab Mojokerto telah menyatakan kesiapannya untuk terjun ke lapangan guna menyerap gabah petani Jombang sebagai bagian dari penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Acara ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi wadah diskusi antara Gapoktan, pelaku penggilingan padi, BPS, dan Bulog. Tujuannya, yaitu. memastikan seluruh rantai produksi memahami aturan baru ini agar tidak ada lagi petani yang merasa dirugikan oleh spekulasi harga.

Dengan kebijakan ini, Jombang tidak hanya sekadar menjadi lumbung pangan Jawa Timur, tetapi juga menjadi rumah yang aman bagi para pahlawan pangannya.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan