MMCNEWS.ID | Aroma kekhawatiran menyelimuti para Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Mojowarno, Jombang. Bukannya sumringah menerima fasilitas baru, para pemimpin desa ini justru kompak belum berani menyentuh sepeda motor operasional Honda PCX yang telah tiba. Usut punya usut, masalahnya ada pada “jeroan” tipe kendaraan yang tidak sesuai rencana awal.
Spek “Downgrade”. Dari ABS Jadi CBS
Polemik ini bermula ketika para Kades mendapati adanya perbedaan mencolok antara pengajuan dan realisasi. Dalam dokumen awal, motor yang diusulkan adalah Honda PCX tipe ABS (Anti-lock Braking System), namun yang mendarat di lapangan justru tipe CBS (Combined Brake System).
“Awalnya diajukan tipe ABS, tapi realisasinya tipe CBS. Secara fitur dan harga, jelas varian CBS berada di bawah ABS,” ungkap salah satu Kades di Kecamatan Mojowarno yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (1/5/2026).
Sikap “emoh” para Kades ini bukan tanpa alasan. Mereka mengaku was-was jika perbedaan spesifikasi ini akan menjadi bumerang di kemudian hari, terutama terkait pertanggungjawaban administrasi dan potensi pelanggaran hukum.
“Kami perlu kepastian. Apakah perubahan tipe ini tidak akan berdampak hukum bagi kami sebagai penerima manfaat? Jangan sampai niat kerja malah jadi masalah di belakang,” tegasnya.
Para Kades menuntut adanya kejelasan administratif. Mereka menilai, jika perubahan spesifikasi dilakukan tanpa melalui prosedur revisi anggaran atau dokumen yang sah, maka potensi risiko hukum sangat terbuka lebar.
Sebagai informasi, pengadaan motor dinas ini merupakan salah satu poin dalam Program Mantra (Mandiri, Aman, Sejahtera), program unggulan Pemkab Jombang periode 2025–2029.
Program ini dirancang untuk mendongkrak pelayanan publik di tingkat desa melalui kucuran dana stimulan dari APBD.
Kini, bola panas ada di tangan pihak terkait. Para Kades di Mojowarno memilih tetap menunggu kajian administratif yang jelas sebelum berani memutar kunci motor operasional baru tersebut.
Reporter: Adi















