Komisi I DPRD Jabar Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang di Pemilu 2024

  • Bagikan
890636 05474027042021 Anggota Komisi Iv Dprd Jabar, Hasbullah Rahmat

H.M. Hasbullah Rahmad S.pd. M.hum, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. (foto:istimewa) 

Jabar || Mmcnews – Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Bedi Budiman, mengajak masyarakat untuk menolak praktik politik uang. Bedi Budiman berharap agar tokoh masyarakat, pemuka agama, publik figur, dan semua pihak dapat bersama-sama menyerukan dan mensosialisasikan penolakan terhadap politik uang.

“Politik uang harus dilawan, harus terus disosialisasikan kepada masyarakat bahwa politik uang itu berbahaya, dan ini tugas kita bersama untuk mensosialisasikannya,” ungkap Bedi Budiman kepada wartawan pada Rabu (18/10/2023).

Bedi Budiman menyampaikan keprihatinannya terhadap praktik politik uang, yang dianggapnya sangat berbahaya. Menurutnya, politik uang dapat menghasilkan pemimpin atau wakil rakyat yang hanya peduli terhadap kelompok atau golongannya sendiri. Praktik ini dapat memunculkan pemimpin atau wakil rakyat yang tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk memimpin.

Politik uang juga dianggapnya merusak integritas Pemilu dan demokrasi. Praktik ini dapat mengakibatkan keputusan-keputusan yang hanya menguntungkan kelompok atau golongan tertentu, karena pada akhirnya politik uang menjadi politik berbiaya tinggi.

“Politik uang politik berbiaya mahal, menarik suara atau simpati masyarakat dengan sogokan bukan karena kepercayaan atau program. Hasilnya, tentu saja pimpinan atau wakil rakyat yang jauh dari kapasitasnya,” tegasnya.

Bedi Budiman mengajak untuk bersama-sama melawan politik uang dan mengintensifkan kampanye anti politik uang. Selain itu, dia menekankan perlunya instrumen pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah praktik politik uang. Kabupaten/kota di Provinsi Jabar, yang menempati posisi ketiga tingkat kerawanan politik uang, membutuhkan perhatian dan upaya bersama dalam menanggulangi masalah ini. (Red)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan