Pandeglang-Banten | MMC – Salah satu warung di Desa Padaherang Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Banten.Diduga kuat melakukan aktivitas penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite secara eceran. Praktik ini terungkap setelah adanya laporan dari warga sekitar yang mencurigai aktivitas warung tersebut.25/06/26
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, awak media kemudian turun ke lapangan guna menjalankan fungsi kontrol sosial dan melakukan verifikasi langsung ke lokasi yang dimaksud.
Sempat mengelak dan mengaku jual Pertamax Saat tiba di lokasi,awak media langsung menemui istri pemilik warung untuk mengonfirmasi terkait kebenaran informasi penjualan Pertalite eceran tersebut.Pada awalnya, istri pemilik warung tersebut sempat mengelak dan berdalih bahwa warungnya hanya menjual BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
“Kami tidak menjual Pertalite pak,saya menjual Pertamax,” ujar istri pemilik warung saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi
Salah satu awak media yang sempat kehabisan bensin,kemudian berinisiatif untuk membeli bensin di warung tersebut.Setelah transaksi dilakukan,
Istri pemilik warung akhirnya mengakui bahwa bensin yang ia jual merupakan Pertalite,yang ironisnya didapatkan dengan cara menyedot langsung dari tangki mobil pribadinya.
“Kalau yang ini Pertalite,Pak. Pertamax-nya lagi kosong.Ini juga dapat nyedot dari mobil,kalaw pengen ngbrol sama suami saya saja nanti saya telpon.
Pada kemudian istri pemilik warung menghubungi suami untuk komunikasi langsung dengan awak media.Namun, pria berinisial (K.A )yang merupakan pemilik warung tersebut terkesan menghindari awak media dan enggan memberikan penjelasan mendalam terkait asal-usul serta legalitas aktivitas penyedotan BBM bersubsidi tersebut.
“Saya baru sampai di Teluklada Pak, lagi ngisi air,baru sampay tempat.Lain waktu saja ya,” cetus (K.A) singkat melalui panggilan WhatsApp
Hingga berita ini diturunkan,praktik penjualan BBM bersubsidi yang diduga eceran hasil sedot tangki mobil di Desa Padaherang ini.Sebut saja salah satu warga yang minta identitasnya dirahasiakan,berharap pihak berwenang,baik dari aparat penegak hukum (APH) maupun pihak Pertamina, segera turun tangan melakukan penertiban agar alokasi BBM bersubsidi dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi. (Tim/Red)















