MMCNEWS.ID | Komitmen Kabupaten Jombang dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan kondusif kini tengah diuji. PT Handsome Investments Indonesia, perusahaan yang beroperasi di Desa Bandar Kedungmulyo, baru saja melaporkan insiden pengeroyokan dan intimidasi yang menimpa karyawan mereka ke Polres Jombang.
Langkah hukum ini diambil perusahaan menyusul insiden mencekam yang terjadi pada Jumat malam (12/6/2026) lalu, di mana operasional pabrik yang tengah berjalan mendadak diganggu oleh sekelompok orang tak bertanggung jawab.
Berdasarkan laporan resmi dengan nomor STTLPM/520.RESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR, peristiwa bermula sekitar pukul 23.40 WIB. Saat dua petugas keamanan perusahaan, Haki dan Mat Iksan, tengah mengawal aktivitas pengiriman beton di area belakang, empat orang pria berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK, diduga nekat menyusup masuk melalui gerbang depan tanpa izin.
Tak sekadar masuk tanpa permisi, kelompok tersebut diduga langsung melakukan aksi intimidasi verbal terhadap para pekerja yang sedang menjalani shift malam. Situasi memanas hingga berujung pada aksi kekerasan fisik terhadap dua orang karyawan yang saat itu berada di lokasi.
MB, perwakilan manajemen PT Handsome Investments Indonesia, menegaskan bahwa pelaporan ini merupakan langkah krusial untuk memberikan efek jera sekaligus menjamin keamanan seluruh pekerja.
“Aksi ini terjadi malam hari, mereka masuk ke area perusahaan dan melakukan pemukulan terhadap pekerja kita. Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan ini kepada pihak kepolisian. Kami berharap penegakan hukum yang tegas agar investasi di Jombang, baik dari perusahaan kami maupun investor lainnya, dapat berjalan aman dan terbebas dari premanisme,” tegas MB.
Insiden ini tak dipungkiri telah menciptakan keresahan mendalam bagi para pekerja, terutama mereka yang bertugas di giliran malam. Manajemen perusahaan sangat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat segera memulihkan rasa aman agar roda ekonomi di Jombang tidak terhambat oleh aksi-aksi premanisme.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Kepolisian Resor Jombang bergerak cepat. Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Jombang, Ipda Rendro Lastono, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari perusahaan tersebut.
“Benar mas, saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan,” ujar Ipda Rendro singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Kini, mata publik tertuju pada tindak lanjut Polres Jombang. Akankah kasus ini menjadi titik balik bagi pemberantasan aksi premanisme di sektor industri, atau justru akan menjadi preseden buruk bagi kepercayaan investor di Kota Santri?
MMCNEWS.ID | Komitmen Kabupaten Jombang dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan kondusif kini tengah diuji. PT Handsome Investments Indonesia, perusahaan yang beroperasi di Desa Bandar Kedungmulyo, baru saja melaporkan insiden pengeroyokan dan intimidasi yang menimpa karyawan mereka ke Polres Jombang.
Langkah hukum ini diambil perusahaan menyusul insiden mencekam yang terjadi pada Jumat malam (12/6/2026) lalu, di mana operasional pabrik yang tengah berjalan mendadak diganggu oleh sekelompok orang tak bertanggung jawab.
Berdasarkan laporan resmi dengan nomor STTLPM/520.RESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR, peristiwa bermula sekitar pukul 23.40 WIB. Saat dua petugas keamanan perusahaan, Haki dan Mat Iksan, tengah mengawal aktivitas pengiriman beton di area belakang, empat orang pria berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK, diduga nekat menyusup masuk melalui gerbang depan tanpa izin.
Tak sekadar masuk tanpa permisi, kelompok tersebut diduga langsung melakukan aksi intimidasi verbal terhadap para pekerja yang sedang menjalani shift malam. Situasi memanas hingga berujung pada aksi kekerasan fisik terhadap dua orang karyawan yang saat itu berada di lokasi.
MB, perwakilan manajemen PT Handsome Investments Indonesia, menegaskan bahwa pelaporan ini merupakan langkah krusial untuk memberikan efek jera sekaligus menjamin keamanan seluruh pekerja.
“Aksi ini terjadi malam hari, mereka masuk ke area perusahaan dan melakukan pemukulan terhadap pekerja kita. Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan ini kepada pihak kepolisian. Kami berharap penegakan hukum yang tegas agar investasi di Jombang, baik dari perusahaan kami maupun investor lainnya, dapat berjalan aman dan terbebas dari premanisme,” tegas MB.
Insiden ini tak dipungkiri telah menciptakan keresahan mendalam bagi para pekerja, terutama mereka yang bertugas di giliran malam. Manajemen perusahaan sangat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat segera memulihkan rasa aman agar roda ekonomi di Jombang tidak terhambat oleh aksi-aksi premanisme.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Kepolisian Resor Jombang bergerak cepat. Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Jombang, Ipda Rendro Lastono, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari perusahaan tersebut.
“Benar mas, saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan,” ujar Ipda Rendro singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Kini, mata publik tertuju pada tindak lanjut Polres Jombang. Akankah kasus ini menjadi titik balik bagi pemberantasan aksi premanisme di sektor industri, atau justru akan menjadi preseden buruk bagi kepercayaan investor di Kota Santri?
Reporter: Adi















