SIDOARJO | MMCJATIM – Warga Klitih, Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo,sudah mulai merasakan dampak lingkungan setelah perusahaan memulai aktivitas pengurukan dan awal bangunan yang di lakukan oleh pihak Pt sehati premire indonesia.
Oleh karena itu warga klitih mengadakan negosiasi dan sosialisasi kembali dengan pihak Pengembang di aula makam leluhur mbah potro. Rabu (24/7/2024).
Hadir dalam acara tersebut pemerintah desa Wonokasian,Bpd,Rt Rw tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat juga perwakilan dari Pt Sehati Premire Indonesia.warga klitih mengajukan ke pihak pengembang terkait batas keliling pagar wilayah makam mbah potro.mereka sudah mulai was was akan datangnya musim hujan dengan kondisi saluràn air dan bosem yang di perkirakan bisa mengakibatkan banjir di sekeliling dusun klitih.
Misbahul kasun Klitih mewakili pemerintahan desa Wonokasian menyampaikan keluh kesah warga mengenahi batas antara pagar terluar makam mbah potro dengan tanah pengenbang.
“Kami mengajukan permohonan batas terluar dari pagar antara tiga atau lima meter.dengan maksud bisa di pakai warga untuk akses dan kelancaran dari saluran air juga jalan makam.”terang misbahul.
Agus s selaku wakil dari PT.Sehati Primere Indonesia juga menyampaikan kalau beliau tidak bisa memberikan jawaban langsung.namun akan menyampaikan usulan dari warga ke management.
“Ini adalah pertemuan yang kedua setelah di depan masjid,saat sosialisasi waktu itu.mengenahi batas keliling punden akan kita sampaikan ke management pusat.ini adalah proses,namun acuan management sementara ini adalah jalan masuk dua meter dan di bangunkan saluran air.untuk batasnya dari punden sekitar 50 cm saluran air dan kanan kiri 30 cm.”Papar agus s.
Di tempat yang sama Suparto selaku penunggu punden juga mengharap agar pihak PT Sehati untuk memperhatikan punden mbah potro.
“Yo opo upayane panjenengan pak agus wraga gak njaluk aneh aneh pean usulno di setujui piro piro sing penting di tambahi sampaikno nang warga.”jelas suparto dalam bahasa jawa.

















