MMCNEWS.ID | Di sebuah sudut Desa Kedungombo, Kecamatan Ploso, tawa riang anak-anak terdengar kontras dengan pemandangan di sekelilingnya. Bukannya taman bermain yang asri, puluhan murid PAUD Kartika Kencana justru harus menimba ilmu di antara dinding kusam yang mengelupas, pintu kayu yang mulai rapuh, dan kepungan tumpukan sampah plastik serta semak liar.
Pantauan awak media pada Senin (26/1/2026), kondisi sekolah yang beralamat di Jalan Bima No. 12 ini jauh dari kata layak. Meski alat permainan edukatif bantuan dinas sudah berdiri, keberadaannya justru “terkubur” di tengah tanah becek dan sampah yang berserakan—sebuah lingkungan yang lebih mirip lahan terbengkalai ketimbang kawah candradimaka bagi generasi bangsa.
Anggaran Desa yang ‘Tercekik’, Harapan Digantung ke Pemkab. Kepala Desa Kedungombo, Lasiman, tak menampik realita pahit ini. Ia mengakui gedung tersebut sudah “uzur”, namun tangan pemerintah desa seolah terikat.
“Dana desa kami sudah terserap habis untuk program prioritas dan KDMP. Ruang fiskal kami sempit untuk renovasi besar,” keluh Lasiman.
Ia kini hanya bisa menaruh harapan pada ‘ketukan pintu’ hati Pemerintah Kabupaten Jombang. Baginya, pendidikan anak usia dini adalah investasi kolektif, bukan beban yang harus dipikul pundak desa sendirian.
Kisah pilu tak berhenti di fisik bangunan. Kepala Sekolah, Ari Susanti, membeberkan fakta yang lebih mencengangkan. Sebanyak 31 murid terpaksa “dipecah” di dua lokasi berbeda dengan jarak satu kilometer.
Lokasi A: Gedung yang kusam dan dipenuhi sampah.
Lokasi B: Bangunan lebih layak, namun ukurannya sangat sempit.
“Guru harus bolak-balik, proses belajar jadi tidak efektif,” ujar Ari.
Ia juga menyuarakan jeritan hati para guru yang kesejahteraannya hanya bergantung pada uang SPP yang minim dan insentif tiga bulanan yang tak menentu.
Kondisi PAUD Kartika Kencana adalah alarm keras bagi komitmen pembangunan SDM di Kabupaten Jombang. Di saat proyek infrastruktur besar megah berdiri, ada puluhan anak di Kedungombo yang setiap hari harus menghirup bau sampah demi mengejar mimpi.
Masyarakat kini menanti, apakah Pemkab Jombang akan membiarkan harapan ini runtuh bersama rapuhnya kayu pintu PAUD Kartika Kencana, ataukah segera hadir memberikan solusi nyata?
Reporter: Adi















