Jambi mmcnews.id Kantor Bea Cukai Provinsi Jambi beberapa hari yang lalu, menangkap ribuan bungkus rokok yang diduga illegal di Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Rokok teraebut akan diserahkan kembali, apa bila pemilik rokok membayarkan sejumlah uang sebesar 700 juta rupiah pada pihak Bea Cukai.
Pernyataan ini disampaikan oleh Havis, yang mengaku dari pihak keluarga rokok yang diamankan oleh oknum Bea Cukai Jambi.
Havis menyebut rokok tersebut milik berinisial H, warga Kota Jambi.
Havis, mengakui dan mengetahu bahwa rokok milik H ditangkap oleh Bea Cukai, setelah dirinya mendapat telpon dari istrinya H, pada saat itu disuruh ke kantor Bea Cukai Jambi.
Istrinya menerangkan bahwa suaminya H saat sedang menjalani pemeriksaan di kantor Bea Cukai Jambi, akibat dari penangkapan rokok yang terjadi di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, beberapa hari lalu.
Havis, menjelaskan bahwa dirinya ditelpon oleh istrinya H untuk datang ke kantor Bea Cukai, pada kamis sore tanggal 16-07-2026. sekira pukul 15 wib karena ada kabar bahwa pihak Bea Cukai akan meminta sejumlah uang untuk melepas rokok tangkapan tersebut.
Mendapatkan kabar tersebut Havis, mencoba untuk datang ke kantor Bea Cukai, untuk mendapatkan keterangan maksud dari uang yang di minta oleh pihak bea cukai pada istrinya H.
Namun setiba di kantor Bea Cukai, Havis bersama temanya distop oleh pihak keamanan kantor Bea Cukai, untuk segera melaporkan diri maksud dan tujuan ke kantor tersebut di pos penjagaan di gerbang pintu masuk.
Kemudian Havis menjelaskan maksud dan tujuannya, oleh pihak Skurity menyarankan untuk menunggu jelang pihak keamanan berkoordinasi dengan pihak-pihak bagian didalam kantor Bea Cukai.
Jelang belasan menit lamanya, pihak keamanan dan dua orang pegawai Bea Cukai yang berpakaian sipil baju kaos datang menemui Havis, dengan muka tidak bersahabat menanyakan maksud dan tujuan, dengan lantangnya Havis menyampaikan bahwa kedatangan nya untuk menemukan keluarga yang sedang diperiksa dan mendapatkan kabar bahwa pihak Bea Cukai meminta uang sebesar 700 juta.
Kemudian dua orang pegawai Bea Cukai yang diduga dari bagian intel meminta identitas Kartu Penduduk milik Havis dan langsung dipoto menggunakan HP Android dan menyarankan untuk menunggu.
Setelah itu kedua pegawai tersebut langsung kembali kedalam Kantor Bea Cukai dan tidak muncul untuk memberikan keterangan lagi, ujar Havis. (ZOEL)

















