Bojonegoro – Persaingan perolehan medali pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Bojonegoro 2026 semakin ketat. Hingga Selasa (7/7/2026) sore, Kecamatan Kota Bojonegoro masih kuat memimpin klasemen sementara dengan koleksi 18 medali emas, 15 medali perak, dan 16 medali perunggu, atau mengumpulkan total 118 poin.
Di posisi kedua, Kecamatan Dander membayangi dengan perolehan 12 medali emas, 8 medali perak, dan 11 medali perunggu sehingga mengoleksi total 75 poin. Sementara Kecamatan Kapas berada di peringkat ketiga dengan perolehan 9 medali emas, 9 medali perak, dan 11 medali perunggu, dengan total 59 poin.
Wakil Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Tonny Ade Irawan, mengatakan saat klasemen sementara diumumkan, Kecamatan Gondang dan Kecamatan Margomulyo masih belum berhasil meraih medali. Namun persaingan menuju posisi terbaik masih sangat terbuka karena sejumlah cabang olahraga belum menyelesaikan seluruh pertandingan.
“Masih ada beberapa cabang olahraga yang bertanding sampai penutupan nanti, sehingga peluang perubahan klasemen perolehan medali masih terbuka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah cabang olahraga yang masih akan dipertandingkan hingga penutupan Porkab II pada Jumat (10/7/2026) antara lain kickboxing, mixed martial arts (MMA), dan atletik. Hasil dari cabang-cabang olahraga tersebut diperkirakan akan turut memengaruhi posisi klasemen akhir perolehan medali.
“Beberapa cabang olahraga telah menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan, yakni sepak bola, gateball, bola basket, karate, muaythai, dan bulutangkis,” tandasnya.
Porkab II Bojonegoro menjadi ajang pembinaan atlet terbesar di tingkat kabupaten yang mempertemukan seluruh kecamatan untuk berkompetisi secara sportif. Tahun ini, kompetisi mempertandingkan 27 cabang olahraga dengan total 150 nomor pertandingan dan diikuti 3.553 atlet dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Melalui penyelenggaraan Porkab II, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Bojonegoro pada berbagai kejuaraan di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkuat budaya olahraga dan semangat persatuan di tengah masyarakat. (Red/*).















