PNM Bojonegoro Peringati Maulid Nabi Muhammad dengan Santunan Anak Yatim

  • Bagikan

Bojonegoro – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, PNM Bojonegoro mengadakan acara santunan kepada puluhan anak yatim di Kantor PNM Pemodal Nasional Madani di Jalan Dr. Suharso, No 43 Bojonegoro, Jawa Timur. pada Jumat, 12/09/2025).

Acara ini menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Turut hadir Kepala Cabang PNM Bojonegoro Roni Dwi Ariyanto di dampingi jajaran Manager dan Kepala Unit PNM Bojonegoro-Tuban.

Roni Dwi Ariyanto, Kepala Cabang PNM Bojonegoro, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam acara tersebut. Beliau menekankan pentingnya meneladani sifat Nabi Muhammad SAW seperti kepemimpinan, kasih sayang, dan akhlak mulia.

PNM Bojonegoro lanjutnya, menunjukkan komitmen sosial dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk santunan anak yatim, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya di Bojonegoro. Acara ini diharapkan membawa manfaat bagi semua pihak dan menjadi inspirasi untuk selalu berbuat baik.

“PNM mengapresiasi kerja keras panitia dan semua pihak yang berkontribusi dalam mewujudkan acara tersebut. Dengan semangat Maulid Nabi, PNM Bojonegoro berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tandasnya.

Kepala Cabang PNM Bojonegoro bersama Manager dan Jajaran Kepala Unit

Sementara itu di tempat yang sama, Kiyai Misbahul Muin dalam tausiyahnya menceritakan tentang kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan sejarah Maulud dan Maulid. Ia menjelaskan bahwa Maulid adalah hari lahir, sedangkan Maulud adalah waktu Nabi Muhammad SAW lahir. Selain itu Kiyai Misbahul menjelaskan perbedaan Maulid, Maulud, dan Milad

“Maulid Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa sebutan Maulud yakni Waktu Nabi Muhammad SAW lahir, yaitu bulan Rabiul Awal. Beda lagi dengan Milad, kalau milad itu Ulang tahun, yang dalam konteks ini berbeda dengan Maulid dan Maulud.

Kiyai Misbahul Muin juga menekankan pentingnya menjaga sejarah dan peradaban Nabi Muhammad SAW agar tidak dibelokkan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Kiyai Misbahul Muin, juga menyinggung tentang haul untuk ulama, yang merupakan hari kematian dan peringatan waktu dan tahun.

“Tema tausiyah kali ini sangat relevan dengan contoh dan harapan Nabi Muhammad SAW, terutama terkait dengan kepedulian terhadap anak yatim dan para janda. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap kaum lemah dan selalu memberi makan bagi janda dan anak yatim setiap hari,” bebernya.

Dalam kesempatan ini, Kiyai Misbahul Muin juga mengingatkan bahwa tidak ada manusia di dunia yang mampu dan bisa seperti Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah makhluk paling agung dan mulia di dunia. (Red/Dik).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan