MMCNEWS.ID | Program ketahanan pangan yang digulirkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, kini tengah menjadi sorotan publik.
Program yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2023 sebesar kurang lebih Rp.50 juta tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan hewan ternak kambing jenis gibas.
Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat di dua dusun, yakni Dusun Kedungsari dan Dusun Kedungboto.
Dalam perjanjiannya, hasil dari pengelolaan ternak itu nantinya akan dibagi dua, yaitu 70 persen untuk masyarakat dan 30 persen untuk pendapatan aset desa.
Namun, program ini menjadi perbincangan hangat lantaran banyak warga yang mengaku tidak mengetahui adanya program tersebut.
Saat dikonfirmasi terpisah Kepala Desa Balongsari saat ini, Arifin, menyatakan bahwa dirinya belum menjabat saat program tersebut dilaksanakan.
“Oh, tahun 2023 saya belum gabung Pemdes,” ujar Arifin melalui pesan WhatsApp kepada wartawan yang diterima pada Selasa (27/5/2025) malam
Setelah dijelaskan bahwa program itu merupakan warisan dari kepemimpinan kepala desa sebelumnya, Arifin menegaskan akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Oh iya, besok tak konfirmasi ke Kadus Kedungsari,” tambahnya.
Sebelumnya telah diberitakan. Program ketahanan pangan yang digulirkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, pada tahun 2023 kini menjadi sorotan.
Program yang dibiayai dari Dana Desa tersebut berbentuk hewan ternak, yakni kambing gibas dan ditujukan kepada masyarakat di dua dusun: Kedungsari dan Kedungboto.
Anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai sekitar Rp 50 juta dan dibagi untuk dua dusun tersebut. Dusun Kedungsari disebut-sebut menerima alokasi dana yang lebih besar dibandingkan Kedungboto.
Kepala Dusun Kedungsari saat dikonfirmasi membenarkan adanya program tersebut. “Alhamdulillah berkembang mas, dari 19 ekor sekarang menjadi 20 ekor,” ujarnya singkat.
Namun, pernyataan ini berbeda dengan yang disampaikan oleh beberapa warga Dusun Kedungsari. Saat ditemui awak media pada Selasa (27/5/2025). Warga tersebut mengaku tidak mengetahui adanya program bantuan kambing tersebut.
“Saya tidak dengar dan tidak ada program ketahanan pangan hewan berupa kambing untuk masyarakat. Kalau di sini itu tidak ada, nggak tahu kalau dusun lain. Misalkan ada, kami juga dengar. Saya itu apa adanya kalau ngomong. Kalau orang di sini itu kebanyakan memelihara kambing milik orang lain. Kalau mau tahu lebih jelas, tanya saja ke kepala dusun,” ujar warga.
Reporter: Jum















