MMCNEWS.ID | Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan yang menantang di Indonesia. Di Jombang, RSUD setempat mengambil langkah tegas dengan mengombinasikan inovasi teknologi dan edukasi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit ini.
Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, mengungkapkan bahwa masalah utama dalam penanganan TBC bukan hanya terletak pada deteksi kasus, tetapi pada kedisiplinan pasien.
“Pengobatan TBC bukan masalah satu atau dua minggu, melainkan berbulan-bulan. Tantangannya adalah kejenuhan pasien yang memicu mereka berhenti berobat di tengah jalan.
Dampak fatalnya adalah munculnya TBC Resisten Obat (TB-RO) yang jauh lebih sulit disembuhkan,” ujar dr. Puji saat diwawancarai mmcnews.id di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
Untuk mempercepat target eliminasi TBC, RSUD Jombang kini bersiap meluncurkan layanan deteksi dini berbasis “jemput bola”. Melalui bantuan alat Rontgen Portable dari Kementerian Kesehatan, petugas medis akan terjun langsung di tengah masyarakat untuk melakukan skrining lebih cepat dan masif.
Di sisi lain, RSUD Jombang juga telah melakukan perombakan operasional demi menjamin keamanan pasien lain.
Langkah-langkah taktis yang diterapkan meliputi, Area rawat jalan pasien TBC kini ditempatkan di zona khusus, terpisah total dari pasien umum untuk mencegah penularan silang.
Ruang tunggu dirancang di area terbuka agar sirkulasi udara alami tetap terjaga, meminimalkan risiko paparan droplet yang terbawa udara.
Prosedur sterilisasi ruangan terus ditingkatkan sesuai standar emas Kementerian Kesehatan.
Selain infrastruktur, dr. Puji menekankan bahwa edukasi adalah kunci utama. Seringkali, ketakutan masyarakat terhadap stigma sosial membuat mereka enggan memeriksakan diri.
“Kita harus memutus stigma itu. Edukasi harus disampaikan langsung agar masyarakat paham bahwa TBC bisa disembuhkan asalkan obat diminum sampai tuntas,” tegasnya.
RSUD Jombang kini memperkuat sinergi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk melakukan contact tracing atau pelacakan kontak erat secara agresif setiap kali ditemukan kasus positif baru.
Harapannya, dengan kolaborasi lintas sektoral ini, mata rantai penularan TBC di Kabupaten Jombang dapat segera terputus dan masyarakat bisa hidup lebih sehat.
Reporter: Adi















