Puskesmas Kabuh Gelar Cek Kesehatan Gratis Keliling Desa, Sasar 16 Wilayah Kerja

  • Bagikan

MMCNEWS.ID | Puskesmas Kabuh memulai pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) keliling desa sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit di seluruh lapisan masyarakat dan menyasar seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Kabuh.

Kepala Puskesmas Kabuh, dr. Sri Mustikaning B.S., MM, menyampaikan bahwa program CKG telah dimulai sejak awal tahun 2025, setelah diluncurkan secara nasional oleh Kemenkes bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional. Sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan preventif dan promotif, pihaknya kini memperluas jangkauan dengan menyasar masyarakat desa secara langsung.

“CKG ini awalnya menyasar sektor pemerintahan di wilayah kerja kami, dan kini dilanjutkan dengan layanan keliling desa, menyasar perangkat desa serta masyarakat umum,” jelas dr. Sri dalam keteranganya pada Kamis (29/5/2025)

Program ini berlangsung sejak **10 April 2025 hingga Juni 2025**, dan menyasar total 16 desa di wilayah kerja Puskesmas Kabuh. Kegiatan ini fokus pada skrining kesehatan, edukasi, dan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit yang bisa muncul di masyarakat.

Menurut data capaian sementara, CKG telah berhasil dilaksanakan di 12 desa dengan partisipasi yang cukup tinggi. Empat desa lainnya masih menunggu giliran sesuai jadwal yang ditetapkan. Berikut data partisipasi warga berdasarkan desa:

1 Marmoyo: 269 peserta
2 Tanjung Wadung: 243 peserta
3 Mangunan: 170 peserta
4 Kabuh: 167 peserta
5 Kedungsari: 0 peserta
6 Karangpakis: 152 peserta
7 Banjardowo: 95 peserta
8 Sumberingin: 86 peserta
9 Sumbergondang: 226 peserta
10 Kauman: 140 peserta
11 Munungkerep: 223 peserta
12 Genenganjasem: 147 peserta
13 Pengampon: 0 peserta
14 Manduro: 0 peserta
15 Sukodadi: 109 peserta
16 Sumberaji: 0 peserta

dr. Sri menambahkan, melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Bila ditemukan indikasi penyakit, maka warga akan mendapatkan tatalaksana dan pemantauan lanjutan di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas maupun layanan kesehatan lainnya.

“Dengan CKG, masyarakat bisa lebih mengenali kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga penyakit serius bisa dicegah sebelum berkembang lebih lanjut,” pungkasnya.

Reporter: Jum

  • Bagikan