Madiun MMC – Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pertanian Perikanan menggelar sarasehan bersama petani. Bertempat di
Balai pertanian Desa Kuwiran Kecamatan Kare, sarasehan tahun 2025 ini fokus ke pengembangan komoditas bawang merah, Kamis (14/08/2025).
Hadir dalam Kegiatan, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, Kepala Dinas Pertanian Sumanto, jajaran forkopimda, Kepala OPD, Forkopimcam Kare serta perwakilan kelompok tani se-kabupaten Madiun.
Ditemui usai acara, Bupati mengatakan komoditas bawang merah layak dikembangkan di Kabupaten Madiun. Apalagi saat ini Presiden Prabowo sedang gencar menggaungkan program ketahanan pangan di seluruh daerah.
“Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan program dari pemerintah pusat Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Salah satunya pengembangan bawang merah. Ini membuktikan bahwa tanah di Kabupaten Madiun, subur ditanami apapun,” terang Bupati.
Untuk mengoptimalkan keberhasilan pertanian bawang merah, lanjut Bupati, akan dioptimalkan mulai dari penyuluhan. Beberapa support pun akan diberikan oleh Pemkab Madiun melalui Dinas Pertanian.
“Saat ini harga bawang merah cukup tinggi. Intervensi kita mulai dari memaksimalkan penyuluhan, bantuan bibit serta kemudahan akses bagi para petani,” imbuhnya.
Di tempat sama, Sumanto selaku Kepala Dinas Pertanian dan perikanan mengatakan mengatakan luasan pertanian bawang merah di Kabupaten Madiun pada 2024 mencapai ratusan hektare.
Bawang merah kita di tahun 2024 kemarin luasnya sudah 129 hektare,” terangnya.
Selain bawang merah, penyumbang inflasi di sektor pertanian adalah beras dan cabe. Peran serta pemerintah dibutuhkan agar ketiga komoditas tersebut dapat berkembang secara balance, sehingga tidak menimbulkan inflasi, khususnya di wilayah Kabupaten Madiun.
“Jadi komoditas penyumbang inflasi itu ada 3. Beras, bawang merah dan cabe. Tentunya harus kita dorong bagaimana agar tidak sampai terjadi inflasi,” tambahnya.
Adapun langkah kedepan, akan dicetuskan pasar agribisnis yang berlokasi di Kecamatan Kare.
“Kemarin sudah kita diskusikan bersama Pak Bupati, Pak Wabup dan Komisi B DPRD. Nanti direncanakan akan ada pasar agribisnis. Dengan adanya pasar tersebut, semangat petani holtikultura khusunya bawang merah bisa semakin meningkat,” pungkas Sumanto.(pgh)















