Sedekah Bumi Desa Sentul, Kepala Desa Arifin Paparkan Rangkaian Kegiatan dan Antusiasme Warga

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi dengan antusiasme tinggi dari seluruh warga. Kepala Desa Sentul, Arifin, menjelaskan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama acara tersebut.

Menurut Arifin, ada dua kegiatan utama dalam Sedekah Bumi kali ini, yakni pawai budaya dan pertunjukan kreativitas anak muda berupa sound system.

“Alhamdulillah, kegiatan sound system yang berlangsung tadi malam berjalan lancar dan sukses tanpa kendala, ujar Arifin pada Sabtu (31/5 2025).

Pengamanan kegiatan tersebut dilakukan secara maksimal dengan melibatkan aparat keamanan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), linmas, serta Karang Taruna.

“Anak muda mengadakan acara di 9 titik lokasi, dan di setiap titik kami siapkan pengamanan penuh agar kegiatan tetap kondusif,” tambah Kepala Desa Arifin.

Puncak acara pada hari ini adalah pawai budaya yang melibatkan peserta dari lembaga pendidikan di Desa Sentul serta kreasi dari delapan blok atau RW di desa tersebut.

Salah satu atraksi menarik dalam pawai adalah Julen, sebuah gunungan hasil bumi yang berisi sayur mayur dan buah-buahan.

Gunungan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil panen dan rezeki yang diterima.

Sedekah Bumi bukan hanya menjadi ritual budaya semata, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan warga dan melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam pelestarian tradisi.

Ketua panitia, Faizuddin Fil Muntaqobat atau yang akrab dipanggil Gus Faiz, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas panen melimpah dan kemakmuran yang dirasakan warga Desa Sentul.

“Sumber dana kegiatan ini berasal dari swadaya warga di setiap RW atau blok,” jelas Gus Faiz.

Dengan pelaksanaan yang tertib dan meriah, Sedekah Bumi Desa Sentul menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal mampu menguatkan ikatan sosial dan menjaga kearifan budaya di tengah kemajuan zaman.

Reporter: Jum

  • Bagikan