MMCNEWS.ID | Di tengah sejuknya udara Desa Galengdowo, sebuah aksi kemanusiaan yang hangat menyentuh pintu-pintu rumah warga. Pada Kamis (26/02/2026).
Momen Ramadan di Kecamatan Wonosalam tidak hanya diisi dengan ibadah rutin, melainkan aksi nyata melalui program inovasi WELAS (Wonosalam Empati Lansia dan Disabilitas).
Bukan sekadar seremonial, tim yang dipimpin langsung oleh Camat Wonosalam, Yudha Asmara, bersama jajaran Forkopimcam (Danramil dan Kapolsek) serta tenaga medis Puskesmas, “blusukan” menyisir dusun demi dusun untuk menemui mereka yang selama ini terbatas ruang geraknya.
Keunikan WELAS terletak pada ketepat sasaran bantuannya. Tim tidak memukul rata paket bantuan, melainkan memberikannya berdasarkan kebutuhan spesifik kondisi fisik penerima:
Mbah Jemu (Dusun Galengdowo): Kini bisa kembali menatap halaman rumah dengan lebih mudah berkat bantuan kursi roda baru.
Ibu Sulikah (Dusun Galengdowo): Mendapatkan kasur busa Royal Foam dan tongkat sensor untuk membantunya beraktivitas dengan lebih aman.
Bapak Sidiq (Dusun Sanggar): Mengingat kondisi fisiknya, tim memberikan kasur angin, perlak, dan pampers untuk meningkatkan kenyamanan istirahatnya.
Bapak Supriono (Dusun Sanggar): Menerima paket sembako lengkap untuk kebutuhan dapur selama bulan suci.
Satu hal yang membuat warga terharu adalah kehadiran dr. Ivan Ubaidillah, Kepala Puskesmas Wonosalam. Alih-alih warga yang antre di Puskesmas, dr. Ivan-lah yang datang memeriksa tensi dan kesehatan para lansia di tempat tidur mereka masing-masing.
“Kami ingin memastikan bahwa selain perutnya kenyang, fisiknya juga sehat. Layanan kesehatan ini adalah bagian integral dari WELAS agar kondisi mereka terpantau secara rutin,” jelas dr. Ivan.
Camat Wonosalam, Yudha Asmara, menekankan bahwa WELAS adalah program yang digerakkan oleh hati. Dana bantuan ini bukan berasal dari anggaran kaku, melainkan iuran sukarela dari para donatur, ASN, TNI, POLRI, hingga masyarakat yang peduli.
“Prinsip kami inklusif. Selama warga tersebut menetap di Wonosalam dan benar-benar membutuhkan, kami bergerak. Kami tidak ingin kaku pada urusan administrasi jika urusannya adalah kemanusiaan,” tegas Yudha.
Senyum merekah dari wajah Mbah Jemu saat mencoba kursi roda barunya menjadi penutup manis aksi hari itu. Di bulan yang penuh berkah ini, Program WELAS membuktikan bahwa empati adalah bahasa universal yang paling mudah dimengerti.
Reporter: Adi















