HEBOH! Agria Hotel Bogor Dijual, Ternyata Jadi Sarang Esek-esek via MiChat? PSK Bongkar Rahasia “Upeti” Pihak Hotel!

  • Bagikan

BOGOR | MMCNews.id, – Siapa sangka di balik tampilan megah dan status yang kini sedang dijual, Agria Hotel Bogor (dulunya Gino Feruci) yang terletak di Jalan Raya Tajur menyimpan skandal yang mengejutkan!

Berdasarkan informasi yang beredar sejak Desember 2024 hingga awal 2026, properti bintang 3 berlantai 7 dengan 76 kamar, lengkap dengan restoran, kolam renang, dan Tremonti Sky Lounge ini sedang ditawarkan kepada calon pemilik baru. Namun, jauh lebih mengejutkan dari status penjualannya, isu yang kini ramai dibicarakan di kalangan masyarakat, terutama anak muda, adalah dugaan bahwa hotel ini dijadikan tempat praktik prostitusi terselubung melalui aplikasi pesan instan MiChat!

Tidak hanya isu, tim investigasi KPN pun turun langsung ke lapangan untuk membuktikan kebenaran hal tersebut. Dan apa yang ditemukan? Benar saja! Saat kami mencoba melakukan pemesanan melalui jalur yang beredar, kami berhasil berbicara dengan seorang pekerja seks komersial (PSK) yang biasa beroperasi di kawasan tersebut, yang kami sebut saja dengan nama samaran Mawar.

Dalam percakapan yang penuh kejutan, Mawar dengan tegas mengakui bahwa pihak hotel tidak hanya menyediakan kamar, tapi juga meminta “jatah” atau upeti dari setiap transaksi yang terjadi!

“Iya, pihak hotel cuma nyediain kamar doang sih. Tapi kalau ada tamu datang, mereka minta jatah. Gitu aja,” ungkap Mawar dengan santai kepada wartawan KPN, seolah hal tersebut adalah hal yang biasa dilakukan.

Kabar ini tentu saja membuat publik gempar. Bagaimana mungkin sebuah hotel yang terlihat resmi dan berstandar bintang 3 bisa terlibat dalam praktik yang jelas-jelas melanggar hukum dan norma sosial ini? Apakah ini menjadi alasan utama mengapa hotel tersebut kini sedang dijual?

Sampai berita ini diturunkan, pihak manajemen Agria Hotel Bogor belum memberikan tanggapan atau klarifikasi apapun terkait dugaan skandal yang mencoreng nama baik mereka ini.

Apakah benar hotel ini menjadi “markas besar” aktivitas ilegal tersebut? Siapa saja yang terlibat di dalamnya? Dan bagaimana tanggapan pihak berwenang? KPN akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca setia!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan