Dari Arak-Arakan Tumpeng hingga Wayang Kulit, Gebyar Sedekah Dusun Tengaran Kembali Meriah

  • Bagikan
Foto: Ahmad Kusairi, Kades Tengaran, Kecamatan Peterongan, Kabupaten jombang, (dok/mmcnews.id)

MMCNEWS.ID | Pemerintah Desa Tengaran bersama warga setempat menggelar Tasyakuran Sedekah Dusun di kawasan bersejarah Prasasti Gurit yang terletak di Dusun Tengaran, Kecamatan Peterongan pada Jumat (2/10/2026) pagi.

Mengusung tema “Bersama Melestarikan Tradisi Menuju Dusun Tengaran yang Maju, Rukun, dan Sejahtera”, tradisi tahunan ini berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

 

Rangkaian Gebyar Sedekah Dusun Tengaran telah dimulai sejak Kamis (1/10/2026) malam dengan hiburan kesenian tradisional Campursari di prasasti Gurit. Sebagai puncak acara, akan ada  pertunjukan pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Romo Tambak”.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan berkumpul di sekitar Prasasti Gurit untuk mengikuti doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kesehatan, keselamatan, dan keberlangsungan hidup yang dirasakan masyarakat selama setahun terakhir.

 

Kepala Desa Tengaran, Ahmad Kusairi menegaskan pentingnya menjaga kelestarian tradisi sedekah dusun sebagai kearifan lokal yang sarat nilai spiritual dan sosial.

“Sedekah dusun ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya untuk menjaga tradisi dan kebersamaan masyarakat. Semoga seluruh warga Dusun Tengaran senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki yang lancar, dan desa kita semakin maju”, Tutur Kusairi.

 

Sementara itu, Wiwin (43), salah satu warga Dusun Tengaran, menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai ruang silaturahmi warga.

hari ini kita menggelar acaranya tasyakuran sedekah dusun tengaran, ada arak-arakan tumpeng dan membawa berkat yang diikuti ibu-ibu serta seluruh warga. Harapannya semoga ke depan acara seperti ini bisa semakin meriah lagi,” ungkap Wiwin di lokasi acara.

Pemilihan kawasan Prasasti Gurit sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Tempat tersebut memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang kuat bagi masyarakat Tengaran. Keberadaan prasasti ini menjadi pengingat akan sejarah, identitas desa, sekaligus ruang budaya bersama.

Warga berharap tradisi sedekah dusun tidak sekadar dianggap sebagai kegiatan seremonial. Keterlibatan generasi muda sangat diharapkan agar mereka paham akan makna tradisi, menghargai budaya lokal, dan meneruskan warisan leluhur ini di masa mendatang.

Reporter: Adi

  • Bagikan