MMCNEWS.ID | Harapan untuk kembali melihat lebih jelas membawa ratusan warga memadati RSUD Ploso, Minggu (27/9/2026). Mereka rela datang dari berbagai daerah untuk mengikuti skrining operasi katarak gratis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang.
Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jombang Fest 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi RSUD Ploso bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Jawa Timur, dengan target sebanyak 116 pasien sesuai dengan usia Kabupaten Jombang yang memasuki 116 tahun.
Skrining yang digelar pada 27 September menjadi tahapan awal sebelum para calon pasien menjalani operasi katarak yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan umum sekaligus kondisi mata pasien layak menjalani tindakan operasi.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Ratusan calon pasien memenuhi area pelayanan RSUD Ploso untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan. Di tengah antrean yang cukup padat, suasana tetap berlangsung tertib dan penuh kehangatan.

Petugas medis dan jajaran staf RSUD Ploso memberikan pelayanan secara humanis. Para lansia yang mengalami keterbatasan mobilitas turut mendapat pendampingan, mulai dari dituntun menuju ruang pemeriksaan, pengecekan tekanan darah, hingga penjelasan mengenai tahapan tindakan medis.
Sikap ramah dan kesabaran petugas membuat para calon pasien merasa lebih tenang. Bagi sebagian warga, kesempatan mengikuti program operasi katarak gratis ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga menjadi harapan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih leluasa.
Menariknya, peserta skrining tidak hanya berasal dari Kabupaten Jombang. Sejumlah warga juga datang dari daerah sekitar, seperti Mojokerto, Lamongan, Sidoarjo, Surabaya hingga Blitar.
Direktur RSUD Ploso, dr. Muhammad Vidya Buana, M.H., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi gangguan penglihatan akibat katarak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu menurunkan angka kebutaan akibat katarak serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat,” ujar Vidya.
Bagi calon pasien, program tersebut menjadi angin segar. Meski baru menjalani tahapan skrining, banyak warga mengaku bersyukur karena memperoleh kesempatan mendapatkan tindakan operasi tanpa dipungut biaya.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Jombang tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kini, para calon pasien tinggal menunggu tahapan berikutnya. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan medis, mereka akan menjalani operasi katarak gratis pada 24 Oktober mendatang—membawa harapan sederhana: melihat dunia kembali lebih terang.
Reporter: Adi














