Distan Jombang Temukan Dugaan Serangan Tikus di Balongsari Berasal dari Peternakan Ayam PT SUR 3

  • Bagikan

MMCNEWS.ID | Serangan hama tikus yang merusak lahan jagung di Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, mulai menemukan titik terang. Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mengungkap adanya indikasi kuat bahwa sumber serangan berasal dari lingkungan peternakan ayam milik PT Satwa Utama Raya (SUR) 3.

Kepala Dinas Pertanian Jombang, M. Rony, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi langsung ke lapangan bersama kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Hasil identifikasi menunjukkan adanya jalur pergerakan tikus dari dalam kawasan pabrik menuju ke area persawahan milik warga. Kami juga menemukan pagar pabrik yang rusak, semak-semak tak terawat, serta jejak lintasan tikus,” kata Rony saat dikonfirmasi, Kamis (5/6).

Meskipun tidak ditemukan lubang aktif di area persawahan, jejak yang mengarah dari peternakan memperkuat dugaan bahwa area industri tersebut menjadi sumber utama serangan.

Sebelumnya, puluhan petani jagung di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, mengeluhkan kerusakan lahan akibat serangan tikus secara masif. Salah satu petani, Suwoto (54), menyebut bahwa serangan tikus kerap terjadi setelah proses afkir atau pembongkaran ayam dari dalam pabrik.

“Tiap kali ada pembongkaran ayam, tikus-tikus itu keluar dan menyerang lahan kami,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah desa telah memfasilitasi pertemuan antara petani dan pihak perusahaan. Dalam pertemuan awal, sempat muncul pembahasan mengenai kemungkinan kompensasi kepada petani terdampak. Namun, hingga kini belum ada keputusan final.

“Kami mendorong adanya solusi permanen dan sistematis agar kejadian ini tidak terus terulang. Pertemuan lanjutan akan segera dijadwalkan,” tambah Rony.

Sebagai langkah nyata, Dinas Pertanian saat ini tengah membentuk Regu Pengendali Hama (RPH) di tingkat desa. Regu ini nantinya akan bertugas memantau dan mengendalikan hama, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan berbasis lingkungan.

Dinas juga menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar, terutama jika berdekatan dengan lahan produktif milik warga.

“Perusahaan besar harus ikut bertanggung jawab menjaga keseimbangan ekosistem, apalagi jika aktivitas mereka berdampak langsung pada pertanian warga,” tegas Rony.

Reporter: Adi

  • Bagikan