MMCNEWS.ID | Suasana syahdu saat berteduh berubah menjadi mencekam di Dusun Guyangan, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Sebuah warung milik Tini (44) roboh rata dengan tanah setelah dihantam angin puting beliung pada Rabu (4/2/2026) sore.
Meski bangunan hancur total, mukjizat seolah menaungi belasan warga yang saat itu tengah berlindung di dalamnya.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang awalnya dianggap biasa oleh para pengendara. Sedikitnya sepuluh orang—mulai dari pemotor hingga pejalan kaki—memilih menepi di warung Tini untuk “mengiyup”. Namun, angin kencang tiba-tiba datang dengan kekuatan yang tak biasa.
“Waktu itu hujan deras dan angin kencang sekali. Di dalam warung ada sekitar sepuluh orang lebih. Beruntung, semua sempat lari keluar sebelum bangunan benar-benar ambruk,” kenang Tini dengan nada sedih saat ditemui di lokasi, Kamis (5/2/2026).
Warung yang telah berdiri selama 15 tahun tersebut kini hanya menyisakan puing-puing kayu dan material bangunan. Tini mengaku mengalami kerugian materiil yang tidak sedikit.
Total Kerugian, ditaksir lebih dari Rp 20 juta, Kerusakan, Etalase pecah, perlengkapan usaha hancur, dan stok dagangan tertimbun material.
Mendengar kabar musibah tersebut, Camat Mojoagung, Anjik Eko Saputro, langsung bergerak cepat meninjau lokasi bersama tim BPBD Kabupaten Jombang. Langkah-langkah darurat segera diambil untuk meringankan beban korban.
“Kami sudah turun langsung melakukan survei. Hasil pendataan ini segera kami ajukan ke Pemerintah Daerah melalui BPBD agar bantuan bisa segera cair sesuai ketentuan,” tegas Camat Anjik.
Ia juga memastikan koordinasi lintas sektor akan diperketat guna mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jombang.
Bagi Tini, warung tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan tumpuan hidup keluarganya selama belasan tahun. Ia berharap ada uluran tangan nyata dari pihak terkait agar usahanya bisa kembali berdiri.
“Mudah-mudahan pihak terkait, termasuk Pak Warsubi atau pemerintah desa, bisa melihat langsung kondisi kami di sini,” pungkasnya penuh harap.
Reporter: Adi















