MMCNEWS.ID | Awal tahun 2026 menjadi momentum “cuci gudang” sekaligus penguatan birokrasi di lingkup Pemkab Jombang. Pada Kamis (15/1) sore, bertempat di Pendopo Kabupaten, Bupati Jombang Warsubi resmi melantik 84 pejabat manajerial baru.
Langkah berani ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan sinyal kuat bahwa Jombang sedang tancap gas mengejar target pembangunan.
Bukan Sekadar Rotasi, Ini “Peringatan” Bagi ASN.
Dalam sambutannya yang tegas, Bupati Warsubi menegaskan bahwa era “nyaman di satu posisi” sudah berakhir.
Ia menginginkan adanya penyegaran organisasi untuk memutus rantai stagnansi birokrasi.
“Kami butuh inovasi, bukan sekadar rutinitas. Penempatan ini murni berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan integritas. Tidak ada ruang untuk praktik non-profesional!” tegas Warsubi.
Pejabat yang Dilantik, Total 84 wajah baru dan posisi strategis kini telah terisi, dengan rincian sebagai berikut.
2 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), dan 28 Pejabat Administrator 54 Pejabat Pengawas, 3 Mandat Utama Bupati untuk “Jombang Maju”
Bupati Warsubi menitipkan tiga pesan kunci yang harus segera dieksekusi oleh para pejabat baru.
(1) Pelayanan Tanpa Ribet: Cepat, mudah, transparan, dan wajib berorientasi pada kepentingan rakyat. (2) Super Team, Bukan Super Man: Memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk melahirkan inovasi baru. (3) Pemimpin Adalah Teladan: Pejabat harus menjadi contoh dalam disiplin dan etika kerja.
Bupati juga memberikan peringatan keras. Jabatan baru ini bukanlah “kursi empuk” yang permanen. Pemkab Jombang akan melakukan evaluasi berkala yang terukur.
“Bagi yang berprestasi, apresiasi menanti. Namun, bagi yang tidak menunjukkan kinerja dan integritas, kami tidak segan mengambil tindakan tegas sesuai aturan,” pungkas Bupati.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi batu loncatan besar demi mewujudkan visi besar. “Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua”.
Reporter: Adi















