JOMBANG – Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Jombang tancap gas di awal tahun dengan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026. Acara yang berlangsung selama dua hari (14–15 Januari 2026) di Aula 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penguatan kolaborasi lintas sektor pendidikan.
Ada yang berbeda dalam Rakerda kali ini. IPI Jombang secara khusus mengundang berbagai organisasi mitra, mulai dari Himpaudi, Forum PKBM, HIPKI, hingga para Kepala SKB se-Kabupaten Jombang.
Ketua IPI Jombang, Khoirul Anam, menegaskan bahwa pelibatan mitra ini adalah langkah strategis untuk memastikan program kerja IPI relevan dengan kebutuhan lapangan.
“Masukan dari mitra adalah nyawa bagi penyusunan rencana kerja kami ke depan. Kami ingin menyerap aspirasi mereka secara langsung agar peran penilik benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memberikan mandat khusus kepada para penilik untuk lebih agresif dalam menangani isu Anak Tidak Sekolah (ATS).
Melalui Sekretaris Disdikbud, Abdul Majid, pesan kuat disampaikan agar para penilik mengawal program unggulan Sekolah Rakyat.
“Kami berharap teman-teman penilik aktif turun tangan. Tetap dampingi daerah binaan masing-masing dan pastikan setiap regulasi, termasuk pengelolaan anggaran BOSP, dijalankan dengan ketat dan transparan,” tegas Abdul Majid mewakili Kepala Disdikbud, Wor Windari, Senin (2/2/2026).
Dukungan senada datang dari Plt. Kabid Ketenagaan Disdikbud Jombang, Heri Mujiono. Ia memotivasi 17 penilik yang hadir untuk terus bertransformasi demi kemajuan layanan pendidikan nonformal di Jombang. Dengan sinergi yang kuat antara penilik dan organisasi mitra, Jombang optimis kualitas pendidikan luar sekolah akan semakin meningkat.
Reporter: Adi















