Keluarga Pasien Pinta Kadinkes Provinsi Banten Evaluasi dan Berikan Pembinaan Serta Sanksi Kepada Oknum Perawat Di RSUD LABUAN Yang Arogan

  • Bagikan

PANDEGLANG, | Salah satu perawat di ruangan IGD RSUD LABUAN memperlihatkan sikap yang arogan dan tidak beretika sesuai dengan motto pelayanan kesehatan yang harus mengutamakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), hal tersebut terjadi pada Jum’at, sekitar pukul 08.00 wib (20/06/26).

Oknum perawat ini yang saat itu bertugas di pagi hari di ruangan IGD, ia mengatakan untuk para keluarga pasien tidak boleh lebih dari satu orang dan di harap yang lain keluar dari ruangan IGD dengan nada kasar dan bersikap arogan serta main tangan dengan cara mendorong keluarga pasien untuk keluar dari ruangan tentunya itu tidak mencerminkan bahwa ia adalah seorang pelayan masyarakat.

Hal tersebut di alami oleh salasatu keluarga pasien yang sedang menjenguk keluarga nya di ruang IGD RSUD LABUAN. Ia inisial SA salaseorang keluarga pasien mengatakan hal tersebut, kata dia, di ruangan IGD ini memang banyak perawat namun oknum ini beda dari yang lain,” ucapnya.

Dimana oknum ini sangat kasar saat menegur dan bahkan tak segan segan mengeluarkan kata-kata yang tidak sesuai dengan motto para perawat pada umumnya.” Ujarnya.

SA menjelaskan, pada saat di tegur untuk keluar ruangan oleh oknum perawat yang mengaku atas nama inisial KDG itu dirinya bilang “Ia sabar pasti saya keluar, saya juga ngerti, akan tetapi oknum perawat itu kembali membalas ucapannya SA sambil mendorong badan SA, sambil berucap silahkan laporkan saya ke siapapun itu, mau ke pejabat juga silahkan laporkan,” jelas SA.

Setidaknya ia tidak harus berucap seperti itu, khawatir akan berdampak pada pandangan negatif terhadap publik untuk RSUD LABUAN yang sebelumnya baik-baik saja, apa susahnya sampaikan ke kami para pasien dan keluarga pasien secara sopan pastinya kami akan segan terhadapnya.

Kami juga sebenarnya tidak ingin masuk rumah sakit ini. Namun karena keluarga saya ada yang sakit hal yang wajar saya untuk menengoknya,” ujarnya.

Maka dengan ini keluarga pasien berharap kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten (Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS.) untuk bersikap tegas agar memberikan pembinaan kepada oknum perawat yang ada di RSUD LABUAN tersebut, karena sikap oknum perawat ini harus betul-betul di bina supaya tidak menjatuhkan nama baik RSUD LABUAN. Jika oknum ini terus berulah seperti itu bagaimana untuk kedepannya, mungkin akan menjadi kebiasaan baginya berprilaku seenaknya terhadap semua orang

Kami tidak menyangka seorang oknum perawat dengan berpakaian rapi namun bicaranya dengan nada tinggi tidak menunjukkan memiliki sifat sebagai pelayan masyarakat

Kemudian setelah dilakukan konfirmasi kepada pihak rumah sakit yang berwenang, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) LABUAN dalam hal ini bagian Humas dan bagian pengaduan mengatakan lewat pesan WhatsAppnya, “Kami mohon maaf atas pengalaman kurang berkenan yang dialami Bapak. Terimaksih bapak atas laporan yang bapak sampaikan hal ini akan kami segera tindaklanjuti dan kordinasikan ke bagian terkait dan manjemen sebagai bahan evaluasi dan perbaikan”.

” Waalaikumsalam. Halo selamat pagi sobat sehat.

Kami sampaikan mohon maaf atas ketidaknyamannya Bapak/Ibu🙏.

Laporan berdasarkan kronologi yang telah Bapak/Ibu sampaikan akan kami tindaklanjuti, dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya. Karena kenyamanan pasien dan pengunjung adalah prioritas kami.

Sebelumnya terima kasih sudah memberikan informasi terkait tanggal dan waktu kejadiannya ya Pak/bu 🙏-FM”.

“Sesampainya berita ini di tulis dan di terbitkan sementara belum ada tanggapan dari kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang telah di konfirmasi via chat whatsappnya mengenai hal ini sebagai klarifikasi, sampai berita ini di publikasikan.(Lp.Sabda).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan