MMCNEWS.ID | Proses Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (KDAW) Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang mulai memasuki babak baru. Saat ini, tercatat ada empat nama yang resmi mendaftar sebagai calon pemimpin desa strategis tersebut.
Keempat figur tersebut adalah Sugito warga Dusun Cukir, Subandi Mashuda warga Dusun Tebuireng, Moh. Faridl Darmawan warga Dusun Cukir dan Imam Mansyur warga Dusun Cukir.
Namun, langkah itu tidak akan berjalan mulus begitu saja. Berdasarkan regulasi dan persyaratan yang berlaku, jumlah maksimal calon yang dapat melaju ke tahap Musyawarah Desa (Musdes) dibatasi hanya tiga orang. Artinya, harus ada satu nama yang harus tersisih.
“Karena dalam persyaratan pemilihan harus tiga orang, maka kita akan mengadakan tes tambahan guna mengeliminasi satu peserta,” ungkap PJ Kepala Desa Cukir, Moch. Dony Ardiansyah kepada mmcnews.id, Rabu (20/5/2026) pagi.
Disinggung terkait masa pergantian memimpin di Desa Cukir, Moch. Dony Ardiansyah mengaku tidak menemui kendala atau kesulitan yang menghambat pelayanan masyarakat.
Satu-satunya tantangan terbesar yang ia hadapi hanyalah persoalan manajemen waktu. Sebagai pejabat sementara, Dony dituntut ekstra teliti dalam membagi waktu.
“Di sini saya kan sementara, jadi memang tidak bisa fokus penuh di kantor desa. Apalagi jika ada program-program yang memerlukan waktu cukup panjang, jadi saya juga harus pintar-pintar mengatur waktu,” jelasnya
Pemerintah desa dan panitia bergerak cepat agar struktur Pemerintahan Desa segera memiliki nahkoda baru. Rencananya, agenda Musyawarah Desa (Musdes) untuk menentukan Kades KDAW terpilih akan digelar pada awal Juni mendatang.
Dony berharap seluruh proses administrasi dan seleksi tambahan dapat berjalan mulus tanpa kendala apapun. “Jika waktunya efektif dan tidak ada hambatan, kita berharap di bulan Juni nanti Desa Cukir sudah memiliki Kepala Desa baru,” tambahnya.
Posisi Kepala Desa Cukir ke depan sudah dipastikan akan mengemban tanggung jawab yang sangat besar. Selain mengurus pelayanan warga, Desa Cukir memiliki nilai historis dan politis yang sangat besar di Kabupaten Jombang.
Karena desa ini dikenal luas sebagai penghubung antara Pemerintah Kabupaten Jombang dengan kawasan Pondok Pesantren Tebuireng (Pondok Gus Dur).
Nah, karena itu figur yang terpilih nanti dituntut tidak hanya pandai dalam memimpin, tetapi juga memiliki kematangan sosial khususnya di Desa Cukir.
“Kita harapkan Kades KDAW yang terpilih nantinya benar-benar bisa mengayomi seluruh masyarakat Desa Cukir,” pungkas Dony.
Reporter: Adi















