SIDOARJO | MMCNEWS – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX yang berlangsung di Malang telah usai, namun hasil yang diraih kontingen Sidoarjo menuai kekecewaan. Target untuk mempertahankan posisi runner-up gagal tercapai. Sidoarjo harus puas finis di peringkat ketiga, di bawah Surabaya dan tuan rumah Malang, dengan perolehan 90 medali emas, 87 perak, dan 119 perunggu, serta total poin 653.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni, menyampaikan kekecewaannya saat memimpin rapat dengar pendapat (hearing) bersama pengurus KONI Sidoarjo di ruang paripurna DPRD, Senin (14/7/2025). Ia menilai kegagalan ini bukan karena kurangnya semangat dari para atlet, melainkan lemahnya koordinasi di tingkat pengurus KONI.
“Porprov sebelumnya kita hanya mengirimkan 800 atlet dan mampu meraih posisi kedua. Sekarang jumlah atlet naik menjadi 1.200 orang, dengan anggaran mencapai Rp16 miliar, tapi justru turun ke peringkat tiga. Saya kecewa. Ada kesan kesombongan dan kecongkakan dari Ketua KONI Sidoarjo,” tegas Dhamroni.
Ia juga mengungkapkan adanya berbagai keluhan dari cabang olahraga (cabor), seperti atlet yang mengalami penyakit kulit, hingga ada yang terpaksa menggadaikan motor demi bisa bertanding.
“Porprov adalah harga diri Sidoarjo. Kalau gagal, ya akui gagal,” tambah politisi PKB tersebut dengan nada kesal sebelum meninggalkan ruang rapat. Hearing kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua Komisi D, Bangun Winarso.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua KONI Sidoarjo Imam Mukri yang baru menjabat selama dua bulan, menolak anggapan bahwa kontingen Sidoarjo telah gagal. Menurutnya, perjuangan para atlet layak diapresiasi karena seluruh medali diraih secara jujur dan sportif.
“Memang secara peringkat kita turun, tapi kami bangga karena semua medali diperoleh dengan cara yang fair dan tanpa kecurangan,” ujar Imam.
Meski demikian, Imam berkomitmen untuk memperbaiki performa ke depan, termasuk melakukan pembinaan dan penjaringan atlet potensial melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah Sidoarjo. Ia juga menyatakan bahwa seluruh masukan dari Komisi D akan dijadikan bahan evaluasi untuk persiapan Porprov mendatang. (Sis)















