MMCNEWS.ID | Demi keselamatan nyawa pengunjung, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang mengambil langkah tegas dengan menutup total objek wisata alam Grojokan Duwur di Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong, Nganjuk. Penutupan yang dilakukan bersama jajaran Muspika ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan wisatawan.
Keputusan pahit ini harus diambil mengingat lokasi wisata yang berada di Petak 78b RPH Sumbermiri tersebut masuk dalam Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) dengan topografi yang ekstrem.
Curah hujan yang tinggi belakangan ini meningkatkan risiko, Air bah. Luapan air deras yang bisa datang tiba-tiba dari hulu. Tanah Longsor, Kondisi tebing yang curam dan labil.
Pohon Tumbang dan Jalur Licin, Membahayakan akses fisik pengunjung di area hutan.
“Penutupan ini berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Fokus utama kami adalah keselamatan dan keamanan, baik bagi pengunjung maupun masyarakat setempat,” tegas Sumarsono, Asper BKPH Krondong.
Penyegelan lokasi dan pemasangan papan imbauan dilakukan secara kolaboratif pada Jumat (17/04). Aksi ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas wisata di zona berbahaya tersebut.
Pihak yang terlibat dalam pengamanan yaitu. Perhutani KPH Jombang yang dipimpin langsung oleh Asper/KBKPH Krondong.
Polri, Kanit Reskrim Aiptu Sujoko, Kanit Binmas Agus Kristanto, serta jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Lengkong. TNI, Babinsa Desa Sumbermiri, Sunardi.
Pemerintah Desa, Kepala Desa Sumbermiri (Suryadi) dan Ketua BPD (Puryanto). Masyarakat, Ketua LMDH Wono Joyo Langgeng (Sujiono).
Pihak TNI dan Polri menyatakan kesiapan penuh untuk melakukan pengawasan rutin di kawasan hutan negara tersebut guna mencegah warga atau wisatawan yang nekat menerobos masuk.
Selain faktor bencana alam, penutupan ini merupakan bagian dari strategi besar Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan. KPH Jombang kini gencar menggandeng tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem deteksi dini.
“Kami membangun pendekatan sosial untuk mencegah gangguan hutan, mulai dari pencurian kayu, perusakan tanaman, hingga kebakaran hutan. Evaluasi akan terus kami lakukan demi kenyamanan bersama di masa depan,” tambah Sumarsono.
Bagi masyarakat yang berencana berwisata ke wilayah Lengkong, diimbau untuk mencari alternatif lokasi lain yang lebih aman dan selalu memantau perkembangan cuaca dari BMKG sebelum bepergian.
Reporter: Adi















