KSOP Panjang Apresiasi RAT Koperasi TKBM, Tekankan Kompetensi, Sertifikasi, dan Keselamatan Kerja

  • Bagikan

Bandar Lampung | MMC — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang mengapresiasi pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang Tahun Buku 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Santika, Kamis (12/2/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala KSOP Kelas I Panjang yang diwakili Kepala Bidang Lalu Lintas dan Usaha Kepelabuhanan, Rusdi Efendi, dalam sambutannya di hadapan peserta RAT dan para undangan.

Rusdi Efendi menilai pelaksanaan RAT yang tertib dan tepat waktu mencerminkan tata kelola koperasi yang sehat. Ia juga mengapresiasi langkah heregistrasi anggota TKBM yang telah dilakukan Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang sebagai bagian dari penataan kelembagaan dan peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan.

“Kami mengapresiasi Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang yang konsisten melaksanakan RAT serta melakukan heregistrasi anggota. Ini penting untuk memastikan kejelasan data, kepatuhan terhadap regulasi, dan profesionalisme tenaga kerja bongkar muat,” ujar Rusdi.
Lebih lanjut, Rusdi menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan sertifikasi anggota TKBM merupakan hal mendasar yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kompetensi dan sertifikasi bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan fondasi utama keselamatan kerja dan kelancaran operasional pelabuhan.

“Kompetensi dan sertifikasi TKBM adalah ketentuan mendasar. Dengan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi, keselamatan kerja terjaga dan arus bongkar muat dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Selain itu, Rusdi juga menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam setiap aktivitas bongkar muat. Aspek keselamatan kerja, lanjutnya, harus menjadi budaya yang melekat pada setiap pekerja pelabuhan.

“APD wajib digunakan. Keselamatan tidak bisa ditawar. Jika kompetensi, sertifikasi, dan keselamatan kerja berjalan seiring, maka kelancaran arus bongkar muat di Pelabuhan Panjang akan semakin terjamin,” tambahnya.

RAT Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang juga dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor. Dalam sambutannya, Afriansyah Noor menegaskan bahwa tenaga kerja bongkar muat masih memiliki peran strategis di pelabuhan-pelabuhan Indonesia dan tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh mesin atau robot.

“TKBM tetap dibutuhkan. Karena itu, peningkatan profesionalisme dan kompetensi harus berjalan beriringan dengan perhatian pada keselamatan dan kesejahteraan pekerja,” tegas Afriansyah Noor.

Pada acara pembukaan RAT, koperasi juga melaksanakan pengundian keberangkatan ibadah umrah bagi istri anggota TKBM. Sebanyak 10 istri anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang terpilih melalui undian untuk diberangkatkan menunaikan ibadah umrah pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen koperasi dalam memperluas manfaat kesejahteraan, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi keluarga mereka.
Sementara itu, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Agus Sujatma Surnada, menjelaskan bahwa jumlah anggota koperasi saat ini mencapai 1.071 orang. Berbagai program kesejahteraan telah dijalankan, di antaranya pembangunan 1.000 unit rumah melalui skema KPR dan cash tempo, dengan 774 unit telah terealisasi.

RAT Tahun Buku 2025 yang mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Kompetensi TKBM demi Koperasi yang Mandiri dan Berdaya Saing” tersebut dihadiri oleh 40 koordinator KRK serta perwakilan anggota. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan Pengurus Tahun Buku 2025 diterima dan disahkan oleh seluruh peserta RAT.

Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura; Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi RI Hendra Saragih; Anggota DPD RI Bustami Zainuddin; perwakilan Pelindo; anggota DPRD Provinsi Lampung; Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung; Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung; Ketua DEKOPINWIL Lampung Hi. Hipni, SE; Ketua DEKOPINDA Kota Bandar Lampung; Ketua DPW APBMI Lampung; Ketua HIPMI Lampung; Ketua KADIN; serta Direktur Duta Hidup Lestari.

KSOP Kelas I Panjang berharap sinergi antara Koperasi TKBM, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh pemangku kepentingan kepelabuhanan terus diperkuat guna mendukung kelancaran arus bongkar muat, keselamatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme tenaga kerja di Pelabuhan Panjang.(jl/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan