Pasien Balita Ditolak, Warganet Ngamuk, Borok Pelayanan RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung Dibongkar Ratusan Korban

  • Bagikan
Foto: Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah, Mojoagung.

MMCNEWS.ID | Pelayanan RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung menjadi sorotan tajam publik setelah unggahan pemberitaan terkait dugaan terhambatnya penanganan seorang pasien balita viral di media sosial. Unggahan tersebut dibanjiri lebih dari 705 komentar warganet yang mayoritas berisi keluhan dan pengalaman buruk saat berobat di rumah sakit tersebut.

Keluhan yang disampaikan warganet sangat beragam, mencakup buruknya komunikasi tenaga medis, pelayanan rawat inap yang memprihatinkan, kerumitan administrasi BPJS Kesehatan, hingga dugaan salah diagnosis yang berpotensi membahayakan nyawa pasien.

Ratusan warganet bahkan membagikan cerita pilu di komentar mengenai anggota keluarga yang kondisinya memburuk hingga meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan ini. Banyaknya respons negatif tersebut mengindikasikan adanya keluhan sistematis yang dirasakan masyarakat secara luas, bukan sekadar kasus tunggal.

Setelah berita beredar ke masyarakat, pihak RS PKU Muhamadiyah Mojoagung pada, Minggu 23 Agustus 2026 pagi, bergegas memerintahkan sejumlah orang utusan 2 orang dari Ormas Lembaga Pemuda Muhamadiyah, 2 Perawat dan 1 dokter umum yang bertugas pada waktu itu untuk mendatangi rumah pasien menyampaikan permohonan ma’af pada keluarga NT.

Pihak manajemen terkesan menganggap langkah mendatangi kediaman satu pasien dan melontarkan permohonan maaf sudah cukup untuk menyelesaikannya seluruh persoalan yang ada.

Sikap Direktur Utama RSU PKU yang memilih bungkam di tengah meluasnya sorotan publik justru memperkeruh suasana. Langkah rumah sakit yang mengutus Pemuda Muhammadiyah, Syahrul Mubarok untuk menyampaikan permohonan maaf tampaknya belum menyentuh inti permasalahan.

Kehadirannya terkesan sekadar menjadi perpanjangan tangan manajemen bukan sosok yang memegang wewenang penuh sehingga klarifikasi yang disampaikan terasa setengah hati.

“Sudahlah mas, saya minta tolong persoalan ini tidak usah diperpanjang lagi, kami sudah temui pihak pasien dan meminta maaf,” ujarnya kepada wartawan mmcnews.id, Minggu (23/8/2026) pukul 15.00 WIB.

 

Permohonan maaf tersebut dinilai hanya sebagai formalitas untuk menggugurkan tanggung jawab atas apa yang terjadi. Tanggapan ini memicu persepsi bahwa rumah sakit menganggap masalah telah selesai hanya dengan mengucapkan kata maaf, tanpa ada transparansi maupun komitmen perbaikan yang nyata.

Di sisi lain, desakan untuk melakukan take down atau penghapusan berita yang viral di medsos dan Online menjadi poin penting yang patut dipertanyakan. Upaya membatasi pemberitaan ini mengindikasikan adanya usaha untuk membungkam informasi dan meredam pemberitaan dibanding menyelesaikan akar masalah secara terbuka.

Pengalihan fokus dari pertanggungjawaban menuju pembatasan ruang publik ini memperkuat dugaan bahwa RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung lebih mengedepankan perlindungan citranya ketimbang keadilan bagi pihak yang dirugikan.

 

Reporter: Adi

  • Bagikan