MMCNEWS.ID | Pemerintah (pemdes) Latsari Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, gencar melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur desa.
Salah satunya yaitu pembangunan gedung BUMDes dan gedung (Kopdes) koperasi merah putih, yang terletak di Dusun Guwo RT. 001, RW. 001, Desa Latsari, dengan volume 2 unit yang bersumber dari dana desa (DD) sebesar Rp.199.500.000, APBD tahun 2025.
Kepala Desa (Kades) Latsari, muslikan mengatakan, bahwa pembangunan ini adalah gedung BUMDes dan gedung koperasi merah putih nantinya.
Gedung ini kita bangun berdasarkan usulan dari warga setempat, yang disampaikan melalui musyawarah desa (Musdes) dan kegiatan ini kita laksanakan secara swakelola oleh tim pengelola kegiatan (TPK) Desa Latsari,” ujar Muslikan, Kamis (24/4/2025) kepada wartawan MMCNEWS.ID
Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan dimulai pada 15 April 2025 sampai 10 Mei 2025, untuk saat ini pengerjaan masi 50 persen”, papar Muslikan.
Sebelum dibangunnya gedung BUMDes Dan gedung (Kopdes) Koperasi merah putih ini, lokasi ini berupa tanah biasa yang sangat dalam dari area jalan, kedalaman kurang lebih ada 1 meteran, dan waktu pengerjaan fondasi kita lakukan pengurukan untuk disama ratakan dengan jalan”, jelasnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa kehadiran (Kopdes) koperasi merah putih di berbagai daerah khususnya di Jombang kini menjadi angin segar dalam penguatan ekonomi desa, khususnya melalui sinergi strategis dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Modal kemitraan ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas usaha desa, memperluas akses pasar, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara inklusif.
Muslikan memaparkan, bahwa tujuan utama koperasi Merah Putih adalah membangun ekosistem ekonomi berbasis gotong royong yang sejalan dengan visi pemberdayaan BUMDes.
“Untuk memperkuat menjadi katalis agar BUMDes bisa tumbuh, memiliki daya saing, dan menjadi penyangga ekonomi desa yang berkelanjutan,” ujar Muslikan.
Kolaborasi antara BUMDes dan koperasi modern seperti Koperasi Merah Putih merupakan jawaban atas tantangan pembangunan ekonomi desa yang selama ini terfragmentasi. Sinergi ini mempertegas bahwa kemandirian desa hanya bisa dicapai dengan kerja bersama dan berbasis kekuatan lokal.
Koperasi desa merah putih nantinya akan berkolaborasi dengan koperasi tani sebagai bagian dari strategi membangun ekonomi desa dan memperluas akses petani pada usaha pertanian.
Koperasi merah putih juga menawarkan berbagai bentuk pendampingan dan kerja sama mulai dari pelatihan manajemen usaha, penguatan legalitas, hingga distribusi produk BUMDes ke pasar regional dan nasional. Langkah ini mendapat respons positif dari pengelola BUMDes, terutama dalam peningkatan kualitas tata kelola dan perluasan jaringan distribusi”, Pungkas Muslikan
Reporter: Jum















